BERITA UTAMA

Warga Koto Tinggi Cemas Diteror Harimau, Temukan Jejak Kaki, BKSDA Pasang Perangkap

0
×

Warga Koto Tinggi Cemas Diteror Harimau, Temukan Jejak Kaki, BKSDA Pasang Perangkap

Sebarkan artikel ini
PASANG PERANGKAP— BKSDA, Pol PP, Polisi, bersama masyarakat memasang perangkap harimau di perkebunan masyarakat Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Masyarakat Jorong Pa­lang­kitangan, Jorong Su­ngai Dadok dan Jorong Puah Data, Nagari Koto Ting­gi, Kecamatan Gu­nuang Omeh, Kabupaten Li­mapuluh Kota, dibuat ce­mas dengan adanya jejak kaki Harimau yang ditemu­kan di areal perkebunan masyarakat yang berjarak sekitar 100 meter dari pe­mukiman.

Kepala Jorong Puah Da­ta, Pandestris Man mem­benarkan ada kecemasan dan keresahan masya­ra­kat dengan adanya ditemukan jejak kaki harimau di kebun warga. Bahkan, ada masyarakat yang hewan peliharaanya anjing dan kambing hilang. Akibat ke­resahan itu, pihak Jorong dan Wali Nagari sudah menyampaikan kepada pihak terkait BKSD.

“Warga banyak yang mengeluh hewan peliha­raannya berupa anjing dan kambing hilang. Selain itu jejak Harimau di berbagai tempat. Kita sudah berkoordinasi dengan Wali Nagari dan ditangapi oleh BKSD hingga didatangkan perangkap dan direncanakan dipasang hari ini,” ucap­nya, Selasa (21/1) kepada wartawan.

Lebih jauh ia menyebutkan bahwa jejak Harimau itu terlihat di kebun masyarakat di Lengkok, di Luak Curang. Terkait kondisi itu, ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati terlebih ketika beraktivitas di kebun ataupun di ladang.

“Untuk pemasangan perangkat direncanakan di antara Lengkok dan di Palangki Tangan, namun kepastian masih menunggu hasil rekaman CCTV yang dipasang pada Jumat (17/1) di Palangki Tangan dan di Sungai Dadok. Kepastian titik pemasangan perangkap masih menunggu pengawasan jejak dan hasil pengamatan rekaman CCTV. Jarak jejak terdekat yang ditemukan 100 Meter dari permukiman masya­rakat,” jelasnya.

Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, juga mengingatkan masyarakat untuk tetap hati-hati ketika hendak bekerja di kebun atau di luar rumah.

“Pemerintahan nagari telah melakukan himbauan kepada masyarakat untuk hati-hati dan mengurangi untuk keluar malam,” pinta Camat.

Dia menyebut, ditemukannya jejak kaki diduga Harimau, di lokasi Jorong Palangkitangan, Jorong Pua data dan Jorong Sungai Dodok, Nagari Koto Tinggi, telah menimbulkan kekhwatiran dan kecema­san di tengah masyarakat.

“Betul, ada kecemasan masyarakat. BKSDA sudah turun dan memasang kamera pengintai. Kemudian tadi pihak BKSDA, Pol PP, pihak Nagari, Jorong, bersama masyarakat sudah memasang perangkap,” ucapnya.

Kasat Pol PP Kabupaten Limapuluh Kota, Deddy Permana didampingi Fungsional Muda, Purnama, turun langsung untuk mendampingi Tim Gabungan yang akan melakukan pemasangan perangkap.

“Ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, kita kembali turun ke lapangan. Mudahan keresahan masyarakat bisa diatasi dengan pemasangan perangkap,” ucapnya, meminta masyarakat yang akan berkebun untuk lebih hati-hati dan bepergian secara berkelompok. (uus)