PARIAMAN, METRO–Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Pariaman Riky Palentino menyatakan persoalan sampah plastik bekas atau wadah tempat makanan bergizi gratis (MBG) menjadi penyebab dihentikan sementara program unggulan Presiden Prabowo Subianto di Kota Pariaman.
“Persoalan tersebut hasil dari evaluasi setelah lima hari berjalannya program ini, pihak vendor dan badan gizi nasional (BGN) sepakat agar program baru yang dinanti ribuan siswa di kota tabuik ini dihentikan sementara hingga wadah permanen yang ramah lingkungan tiba,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Paiaman Riky Palentino, kemarin.
Apalagi katanya, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kecamatan Pariaman Tengah, Nur Inggrid Saumi mengatakan, wadah makanan sekali pakai yang beberapa waktu ini digunakan dalam pendistribusian MBG di Kota Pariaman telah menimbulkan masalah baru yakni banyaknya sampah yang menumpuk.
Oleh sebab itu, berdasarkan evaluasi dari pihaknya yang telah disetujui oleh Badan Gizi Nasional Pusat maka diputuskan penghentian sementara pemberian MBG kepada 3.456 siswa di Kota Pariaman.
Riky Falentino mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada setiap sekolah di Kota Pariaman soal penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota itu.
Terkait penyebab utama penghentian sementara program unggulan Presiden Prabowo di kota Tabuik ini terkait sampah bekas sisa wadah makanan yang diberikan kepada siswa.
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh BGN ke pihaknya penghentian sementara tersebut disebabkan oleh adanya masalah baru yang timbul akibat wadah yang digunakan selama masa percobaan sejak 6 Januari.
Yang mana berdasarkan hasil evaluasi, wadah makanan sekali pakai yang digunakan dalam pendistribusian MBG kepada 3.456 siswa telah mengakibatkan penumpukan sampah yang dapat merusak lingkungan. “Menyampaikan arahan dari Badan Gizi Nasional bahwa besok Senin makan bergizi untuk di Pariaman Tengah sementara diundur dulu sampai ompreng datang di satuan pelayanan kami, karena box yang digunakan kemaren dapat menimbulkan dampak lingkungan terkait sampah,” tandasnya mengahiri. (efa)






