BERITA UTAMA

Tiga Tahun Kepemimpinan Muzni-Rahman Periode Kedua, Tingkatkan Akselerasi Pembangunan Solsel

0
×

Tiga Tahun Kepemimpinan Muzni-Rahman Periode Kedua, Tingkatkan Akselerasi Pembangunan Solsel

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO – Tiga tahun kepemimpinan Bupati Solsel H Muzni Zakaria dan Wakil Bupati H Abdul Rahman, secara bertahap dan pasti Kabupaten Solsel semakin bangkit dari ketertinggalan. Tahun ketiga pada periode kedua kepemimpinannya, pasangan petahana ini telah berhasil membuat akselerasi laju pembangunan Solsel kian maju.
Hal itu dibuktikan dengan deretan prestasi dan keberhasilan yang telah dicapai oleh kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang. Pasangan ini dilantik pada 22 Maret 2016 lalu untuk periode 2016-2021, telah banyak keberhasilan pembangunan, pelayanan publik, kemajuannya pariwisata dan tata pemerintahan yang telah dicapai Solsel sampai saat ini.
Meski memperlihatkan capaian yang cukup menggembirakan dan perubahan wajah kabupaten, tapi ada beberapa hal masih perlu pembenahan.
“Kami optimis bahwa akselerasi laju pembangunan pada semua sektor akan dapat kita tingkatkan. Tentunya dengan menekankan pembangunan yang seimbang, berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Bupati H Muzni Zakaria didampingi Wakil Bupati H Abdul Rahman.
Tahun 2019 ini, di bidang infrastruktur Pemkab Solsel telah menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar Rp121 miliar lebih yang tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Solsel.
Dikatakannya, untuk jalan kabupaten data 2015 dalam kondisi baik 20,51 persen dan pemerintah terus berupaya meningkatkannya. Target jangka panjang yaitu pada 2021 kondisi jalan kabupaten dalam kondisi baik bisa mencapai 70 persen.
Sedangkan di tingkat pusat, Pemkab Solsel telah mengupayakan melalui Kemenko Maritim dan Kementerian PUPR berupa peningkatan jalan nasional mulai dari batas Surian Kabupaten Solok menuju perbatasan Kabupaten Kerinci, Jambi sebesar Rp162 miliar. Jalan ini telah mulai dikerjakan dan ditarget selesai akhir tahun ini.
Lalu, peningkatan jalan dan jembatan yang menghubungkan Solsel dari Abai menuju Kabupaten Darmasraya senilai Rp58 miliar. Lalu, pembangunan jalan Taluak Aia Putih, Tandai menuju Simpang PB melalui dana DAK sebesar 33,146 miliar. Dan Pemkab bahkan juga masih berjuang merealisasikan jalan tembus Kambang Pesisir Selatan menuju Muara Labuh.
“Kita patut mengapresiasi dan bersyukur atas tingginya perhatian pemerintah pusat pada pembangunan daerah Solsel. Semua ini adalah berkat perjuangan kita bersama juga dalam upaya melobi dana-dana pusat itu,” ungkapnya.
Dijelaskan, kepala daerah akan susah berjuang untuk mendapatkan tambahan dana pembangunan tanpa dukungan dari yang lain. Terlebih jika Solsel tidak memiliki perwakilan putra daerah di pusat ataupun di provinsi yang bisa membantu dan mendorong terkucurkannya dana tambahan pembangunan bagi daerah kita.
Sedangkan di bidang Pariwisata, revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun lalu dengan anggaran Rp 110 miliar juga akan dimulai pekerjaanya tahun ini. Prosesnya sendiri bahkan telah selesai ditender dan terkontrak pengerjaan fisiknya dimulai pada 2 Mei mendatang.
“Di samping itu Pemerintah Daerah juga telah mengalokasikan belanja modal dalam bidang pembangunan dan peningkatan beberapa destinasi pariwisata sebesar Rp 20 miliar untuk pariwisata yang ada di Solsel. Seperti, Bumi Perkemahan Camintoran, Goa Batu Kapal, Hot Water Boom dan Situs Sejarah Rumah Gadang Panjang,” ungkapnya.
Sementara itu dalam pembangunan nonfisik, pencapaian visi dan misi utama agar Kabupaten Solsel keluar dari status daerah tertinggal sudah mendekati harapan. Secara berangsur, permasalahan dari 27 indikator daerah tertinggal telah dituntaskan. Muzni Zakaria dan Abdul Rahman bahkan menargetkan di tahun 2019 ini Solsel sudah keluar dari status daerah tertinggal.
“Sekarang kita berada di posisi di 20 besar dari 122 Kabupaten/Kota tertinggal. Dengan akan dikeluarkannya dari status daerah tertinggal yang berada di posisi 50 besar, maka kita optimis tahun ini akan keluar dari daerah tertinggal,”sebutnya.
Lalu, di bidang pengurangan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran juga cukup menggembirakan. Sejak tahun 2017 lalu, angka kemiskinan di Solsel terus menunjukkan tren penurunan menjadi 7,21 dari sebelumnya 7,52 tahun 2015. Kemudian, angka penangguran tahun 2015 sebesar 6,30 persen turun juga menjadi 5,54 di tahun 2017.
Atas semua capaian itu, merupakan berkat program-program yang diupayakannya untuk mengurangi angka kemiskinan. Salah satunya, melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Solsel sendiri, mendapat bantuan program BSPS sebanyak 641 unit rumah tahun 2017 dan tahun 2018 sebanyak 798 unit rumah dan 53 unit rumah dari DAK.
Kemudian di bidang pengelolaan keuangan daerah, Kabupaten Solsel berhasil dua tahun berturut-turut meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI atas hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2016 dan 2017.
“Alhamdulillah dengan raihan tersebut, Pemkab Solsel mendapat tambahan dana insentif daerah tahun 2019 sebesar Rp 36 miliar. Sedangkan DAK kita juga meningkat sebesar 63 persen dari Rp 147 miliar lebih di tahun 2018 menjadi 233 miliar lebih tahun ini,” tuturnya.
Di bidang keagamaan, setelah mengakomodir bus bantuan gratis kepada BKMT sebanyak 7 buah pada tahun 2017, pembangunan masjid agung Solsel menandai upaya pencapaian visi misi religius Pemkab setempat. Prosesnya bahkan telah menyelesaikan tahap pertama. Tahap kedua, untuk tahun ini merupakan tahun terakhir dengan anggaran Rp47 miliar.
“Pemerintah daerah juga fokus membantu masyarakat yang kurang mampu melalui program Baznas. Tahun 2018 Baznas telah menghimpun dana zakat yang banyaknya mencapai Rp2,9 miliar dan telah tersalurkan ke mustahiq sebanyak 3,255 orang sebesar Rp2,4 miliar,” katanya.
Selain pencapaian visi dan misi, Kabupaten Solsel juga memperoleh beberapa prestasi dan penghargaan di tahun 2018. Di antaranya, juara 1 nasional Kategori Situs Sejarah Terpopuler (Rumah Gadang Panjang), juara I lomba sekolah sehat tingkat provinsi dan harapan I tingkat nasional, Juara I tingkat Provinsi Sumbar PLKB non-PNS, Juara I lomba hatinya PKK tingkat provinsi dan sebagainya.
Diketahui, Solsel tahun ini telah menginjak usia 15 tahun semenjak dimekarkan dari Kabupaten Solok di tahun 2004 silam. Seiring itu, Muzni-Rahman berharap, agar semua pengakuan dan prestasi serta laju pembangunan yang telah diupayakan, dapat menjadi pelecut segenap aparat pemerintah Solsel, para stakeholder dan seluruh masyarakat agar tetap bersatu membawa Solsel menuju kemajuan yang dicita-citakannya.
“Mari kita terus bersama bahu membahu dalam membangun Solsel. Sumbang saran dan pikiran serta berbagai upaya sangat dibutuhkan, agar Solsel bisa terus maju dan mampu menjadi kabupaten yang setara dengan kabupaten lainnya di Sumatera Barat,” pungkasnya. (afr)

Baca Juga  Mandi Bareng Teman, Remaja Hilang di Bendungan Ganting Ku­bang Kambang Utara