BUKITTINGGI, METRO – Terhitung 25 hari menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi menyatakan masih mengalami kekurangan sejumlah logistik yang akan diperlukan pada hari “H” pemilihan, 17 April 2019 nanti.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi, Benny Aziz, Jumat (22/3) menuturkan, logistik yang masih kurang itu surat suara sebanyak 18.012 lembar dan 96 kotak suara karena bertambahnya tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dan untuk melengkapinya kekurangan ini berita acaranya sudah dikirimkan kepada KPU Provinsi Sumatera Barat.
“Kami berharap kekurangan surat suara dan kotak suara ini dapat segera tiba di Bukittinggi, untuk selanjutnya di cek kembali, kotak suara akan dirakit lagi, begitu juga surat suara yang kurang akan dilipat lagi, sehingga seluruhnya cukup untuk digunakan pada saat berlangsungnya pemilihan,” jelas Benny.
Di samping itu, sambung Benny Aziz, pihaknya juga berharap Pemilu nanti berjalan aman dan lancar, tidak banyak terjadi kesalahan, sehingga tidak ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Maka dari itu KPU Kota Bukittinggi menekankan kelada KPPS untuk jeli, cermat dan teliti kembali saat pemilihan agar hal demikian tidak terjadi,” ujar Benny.
Benny menambahkan, KPPS disetiap TPS nantinya akan diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek), bagaimana tata cara pemilihan di TPS baik dari pemilih melakukan pencoblosan. Sehingga KPPS melakukan penghitungan suara. Semuanya yang diperlukan akan diberikan dalam Bimtek.
“Terkait dugaan TPS yang dianggap rawan di kota Bukittinggi, pada umumnya relatif aman, karena dilihat dari pemilihan sebelumnya belum dijumpai adanya TPS yang rawan, karena disetiap TPS telah diposisikan keamanan yang siap mengatur jika adanya gangguan,” jelas Benny. (u)





