PAYAKUMBUH/50 KOTA

Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-76, Koto Tinggi Bisa Jadi Kota Satelit dan Segi Tiga Emas

0
×

Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-76, Koto Tinggi Bisa Jadi Kota Satelit dan Segi Tiga Emas

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HBN—Tokoh Masyarakat Koto Tinggi sekaligus Anggota DPRD Limapuluh Kota, Dodi Arestu, menghadiri upacara peringatan HBN di Koto Tinggi.

LIMAPULUH KOTA, METRO —Tokoh masyarakat Koto Tinggi, sekaligus anggota DPRD Lima Puluh Kota, Dodi Arestu, berharap kepada pemerintah RI, agar Koto Tinggi sebagai basis perjuangan Pe­merintah Darurat Republik In­do­ne­sia (PDRI), bisa menjadi kota sa­telit dan segi tiga emas.  Mengingat letaknya yang berada di tengah-te­ngah yang ber­ja­rak­ tidak terlalu jauh dari Kota P­a­ya­kumbuh hanya 45 kilometer, dengan kota Bukit­ting­gi 42 kilometer dan paling dekat dengan Kabupaten Pasaman yaitu Bonjo hanya berjarak 13 kilometer. Dengan dibukanya akses jalan oleh Pemerintah maka jarak tempuh ke-Koto Tinggi sangat dekat.

“Harapan kita agar ma­sya­rakat Lima Puluh Kota mengatahui PDRI, karena tanpa Koto Tinggi tidak ada NKRI. Dan harapan kita Koto Tinggi bisa menjadi kota satelit, dan segi tiga emas. Karena jarak dari Kota Payakumbuh hanya 45 Km, dari Bukittinggi 42 Km dan dari Bonjo Pasaman hanya 13 Km,” ungkap Dodi Arestu, kepada wartawan usai mengikuti upacara hari bela Negara di Jorong Puah Data, Nagari Koto Tinggi, Ke­camatan Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Kamis (19/12) siang.

Baca Juga  Jalan Menuju TPA Regional Tertimbun Longsor

Selain itu dia juga berharap kepada pemerintah untuk membuka akses jalan dari tiga daerah itu sekaligus menambah lebar kondisi akses jalan, sehingga waktu tempuh menuju Koto Tinggi tidak terlalu lama. Mengingat saat ini kondisi jalan disamping kecil juga banyak lubang yang membuat kendaraan tidak bisa kencang.  “Kita berharap daerah basis perjuangan PDRI ini benar-benar men­dapat perhatian khusus dari Pemerintah. Akses jalan yang ma­sih kecil dan buruk, tentu perlu diperlebar lagi agar akses me­nuju Koto Tinggi bi­sa ditempuh dengan waktu yang ti­dak lama,” pintanya.

Baca Juga  Wako Minta Lurah dan Camat Selektif Melakukan Pendataan 

Sementara itu Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, usai menjadi inspektur ucapara hari bela negara di lapangan bola kaki Puah Data, menyebut agar Pemerintah RI me­lan­jut­­kan pembangu­nan mo­numen PDRI sesuai dengan perencanaan awal.  “Ma­sya­rakat Koto Tinggi su­dah menyerahkan tanahnya seluas 20 hektare untuk pembangu­nan monumen PD­RI kepada Pemerintah Da­erah, karena keterba­tasan anggaran maka Pemda me­nye­rah­kan kepada Pe­me­rin­tah Pro­vinsi untuk di­ba­ngun, karena tidak juga bisa di­lak­sanakan, maka kita akan serahkan kepada Ke­men­­terian kebudayaan RI un­tuk dibangun. Sehingga ne­gara yang akan membangun nan­tinya,” ucap Bupati. (uus)