SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Kakan Kemenag Hadiri Sosialisasi Pakem, Cegah Penyimpangan Aliran Kepercayaan

0
×

Kakan Kemenag Hadiri Sosialisasi Pakem, Cegah Penyimpangan Aliran Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
HADIRI—Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, H. Dedi Wandra, bersama Kasi Bimas Islam, Zulfahmi menghadiri sosialisasi Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) yang diselenggarakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sa­wahlunto, H. Dedi Wandra, bersama Kasi Bimas Islam, Zulfahmi menghadiri sosialisasi Tim Koordinasi Pe­ngawasan Aliran Keperca­yaan dan Aliran Keagama­an dalam Masyarakat (PAKEM) yang diselenggarakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Sawahlunto.

Hadir dalam kegiatan Kejari Sawahlunto Andreas D’orney, Kepala Seksi Intelijen, Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Duk­capil, Kesbangpol, Kasat Intel Polres Kota Sa­wahlunto, perwakilan Badan Intelijen Daerah, ca­mat, Kepala KUA, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto.

Kepala Kejaksaan Ne­geri Sawahlunto, Andreas D’orney, membuka acara dengan menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dan masyarakat untuk mencegah penyimpangan dalam aliran kepercayaan.

Baca Juga  Wako Sawahlunto Siap Terapkan Sistem Merit, Wujudkan Pemerintah yang Baik, Bersih dan Inovatif

“Kita harus kompak, semua lintas instansi dan masyarakat. Mulai dari hal kecil, mari kita bahas dan diskusikan bersama. Kami juga membutuhkan masukan untuk mendukung tugas dan fungsi PAKEM.” ujarnya

Sosialisasi ini bertujuan untuk membangun koordinasi dan kerja sama antara pemerintah, organisasi keagamaan, tokoh agama, tokoh masya­ra­kat, dan lembaga pendidikan.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi konflik dan penyimpangan kepercayaan yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat.

Dalam kesempatan ter­sebut, Kepala Kankemenag Kota Sawahlunto, H. Dedi Wandra, memaparkan materi mengenai strategi bersama dalam penanganan dan pencegahan dini konflik keagamaan. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi pe­micu konflik antarumat beragama, di antaranya politik identitas, kurangnya edukasi, serta perbedaan keyakinan yang tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga  Jabatan Kalapas Kelas III Diserahkan, Fajar Nurcahyono Asyifa Gantikan Rommy Waskita

“Edukasi kepada ma­syarakat perlu ditingkatkan, dan komunikasi lintas agama harus lebih intensif. Dengan begitu, kita dapat meminimalkan risiko konflik yang berawal dari kesalahpahaman,” pungkas Dedi.(pin)