PARIAMAN, METRO–Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, dikejutkan oleh aksi percobaan pembunuhan yang dilakukan seorang pemuda berinisial A (19) terhadap temannya sendiri pada Kamis (5/12) sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini bermula dari sakit hati pelaku akibat olok-olokan terkait kondisi ekonomi.
Kapolsek Pariaman Selatan, AKP Hijrul Aswad, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah masjid di Desa Marunggi. Pelaku mengajak korban ke lokasi dengan alasan pekerjaan, namun niat sebenarnya adalah melancarkan aksinya yang telah direncanakan tiga hari sebelumnya.
Pelaku awalnya meminta korban untuk menunggu di sekitar masjid sementara dirinya berpura-pura hendak ke toilet. Namun, dari arah belakang, pelaku tiba-tiba menggorok leher korban menggunakan pisau yang telah dipersiapkannya.
“Saat korban sedang menunggu, pelaku mendekatinya dari belakang dan langsung menggorok lehernya,” kata AKP Hijrul Aswad, Jumat (6/12).
Beruntung, pisau yang digunakan pelaku tidak tajam, sehingga korban berhasil melawan. Dalam perlawanan tersebut, pisau yang digunakan pelaku patah, meski leher korban tetap terluka hingga mengeluarkan darah.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, dan kondisinya saat ini sudah membaik,” tambahnya.
Kapolsek mengungkapkan bahwa pelaku sudah merencanakan aksi tersebut karena sakit hati terhadap korban. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif lebih lanjut.
“Pelaku mengaku melakukan tindakan ini akibat emosi yang dipendam setelah korban sering melontarkan olok-olokan terkait kondisi ekonominya,” jelas AKP Hijrul.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan sosial dan saling menghormati untuk mencegah konflik yang dapat berujung pada tindak kekerasan. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindakan kriminal di lingkungan sekitar dan segera melapor jika menemukan perilaku mencurigakan.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di lingkungannya. Jangan biarkan konflik kecil berkembang menjadi tindakan yang membahayakan,” tutup Kapolsek. (ozi)






