METRO PADANG

460 Imam Masjid Diberikan Pelatihan, Apris Alokasikan Dana Aspirasi Rp800 Juta

0
×

460 Imam Masjid Diberikan Pelatihan, Apris Alokasikan Dana Aspirasi Rp800 Juta

Sebarkan artikel ini

JUANDA, METRO – Sebanyak 460 imam masjid di Kota Padang mengikuti kegiatan bimbingan dan pelatihan. Kegiatan selama tiga hari (8-10 Maret) di Hotel Pangeran Beach ini diharapkan mampu mengasah kemampuan dan kompetensi para imam masjid dalam pengembangan wawasan dan inovasi pembinaan terhadap jamaah di sekitarnya.
Anggota Komisi V DPRD Sumbar, H Drs Apris mengatakan, meningkatkan kapasitas dan kualitas para imam masjid dan mushalla di Kota Padang sangatlah penting. Begitu juga dengan pengurus masjid maupun mushallah. Sehingga mereka mampu meningkatkan manajemen dan pengelolaan masjid yang lebih baik lagi.
Ia menjelaskan, melalui Biro Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Masyarakat Sumbar, sebenarnya kegiatan ini sudah dijadikan sebagai agenda tahunan. Namun selama ini anggarannya sangatlah minim, sehingga pelatihan yang diberikan kepada imam masjid, tidak secara merata.
“Dalam satu tahun itu anggarannya hanya sekitar Rp100 juta untuk seluruh Sumbar dengan peserta 50 orang. Jika dibagi, tentu setiap kabupaten kota itu hanya bisa mengirimkan perwakilannya 2 atau tiga orang saja. Padahal jumlah masjid di Kota Padang saja ada sekitar 1.634 masjid,” kata Apris.
Sebagai anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan Kota Padang, maka di 2019, Apris pun sengaja mengalokasikan dana aspirasinya sebanyak Rp800 juta untuk membantu program Biro Mental dan Kesra dalam pembinaan 460 imam masjid di Kota Padang.
“Mitra Komisi V DPRD Sumbar itu, salah satunya adalah Biro Mental dan Kesra. Dengan memberikan prioritas anggaran untuk Biro Mental dan Kesra diharapkan bisa lebih maksimal kegiatan penting seperti ini,” tegas Apris.
Dia juga berharap, dengan terus memberikan pelatihan terhadap imam masjid bisa memicu keinginan maupun animo masyarakat untuk memakmurkan masjid. Dan jamaah pun semakin bertambah untuk beribadah di Masjid. Imam masjid itu tidak hanya menjadi teladan di masjid saja, akan tetapi juga dalam pergaulan di tengah masyarakat.
“Dengan banyaknya jumlah para imam dan pengurus masjid yang mengikuti kegiatan ini, diharapkan minat warga Kota Padang pun semakin tinggi untuk beribadah di masjid,” tambahnya.
Sebagai pemateri dalam bimtek tersebut melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai universitas dan perguruan tinggi. Seperti, STAIPIQ Padang membahas tentang kiroat dan makhraj serta tahfiz. Kemudian dari UIN, UNP, Kemenag, serta DPRD Sumbar yang langsung diwakili Apris.
Apris juga menegaskan bahwa pemberian pelatihan ini merupakan komitmen dan perhatian pemerintah dan DPRD Sumbar atas pengabdian dari imam masjid untuk memakmurkan masjid di masing-masing daerah. Dengan melihat pentingnya peranan imam masjid ini, pemerintah Sumbar pun akan terus berupaya meningkatkan anggaran untuk pelatihan imam masjid tersebut. (hsb)