SOLOK/SOLSEL

Cegah Penyakit dengan Screening Kesehatan Lebih Dini

1
×

Cegah Penyakit dengan Screening Kesehatan Lebih Dini

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Sekretaris Daerah Solok Selatan H. Syamsurizaldi saat berikan arahan.

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menilai penting bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan lebih dini untuk mendukung upaya preventif terjadinya penyakit. Ini menjadi bagian dari upa­ya pemerintah untuk men­cegah berbagai penyakit terutama penyakit-penyakit degeneratif.

Sekretaris Daerah Solok Selatan H. Syamsurizaldi mengatakan untuk mendukung itu, perlu dilakukan transformasi Kesehatan pada pelayanan kesehatan primer.

“Kuncinya adalah ba­gaimana pelayanan pada Puskesmas, Puskesmas Pembantu serta Posyandu, akan lebih dititikberatkan pada sektor preventif dan juga promotif Kesehatan,” kata Syamsurizaldi dalam Rapat Lintas Sektor Pelayanan ILP Puskesmas di Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (4/12).

Upaya preventif ini, lanjutnya, harus menyasar kalangan mayoritas saat ini yakni kalangan milenial. Sehingga diperlukan stra­tegi khusus untuk bisa mencapai level komunikasi yang baik dengan kalangan tersebut.

Tentu saja ini juga tidak lepas dari peran dan kerja sama dengan kalangan lainnya seperti tokoh ma­syarakat.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan dr. Pendewal menyebut upaya preventif yang dimaksud bisa dilakukan dengan imunisasi, penyuluhan, serta pemeriksaan kesehatan.

Saat ini di Indonesia, penyebab kematian karena penyakit umumnya disebabkan karena penyakit kronis yang sebenarnya dapat dicegah sejak ini.

“Terdapat 4 penyakit yang menyebabkan beban pembiayaan terbesar di Indonesia, yakni Jantung, Kanker, Stroke, dan gagal ginjal. Dan semuanya itu merupakan penyakit kronis yang sebenarnya dapat dicegah lebih dini,” terang Pendewal

Kemudian dari beberapa penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi, juga merupakan penyakit yang dapat dicegah secara dini, yakni penyakit diabetes (49,9%), jantung (28,3%), TBC (26,8%), stroke (25,9%), darah tinggi (23,8%), dan penyakit lainnya. (ped/rel)