AGAM/BUKITTINGGI

Memperingati Hari Jadi ke-2, Nagari Kamang Tangah Anam Suku Gelar Pameran dan Kerajinan UMKM

2
×

Memperingati Hari Jadi ke-2, Nagari Kamang Tangah Anam Suku Gelar Pameran dan Kerajinan UMKM

Sebarkan artikel ini
PRODUK UNGGULAN— Salah satu produk unggulan yang akan ditampilkan pada pagelaran pameran dan kerajinan UMKM Nagari Kamang Tangah Anam Suku.

AGAM, METRO–Nagari Kamang Tangah Anam Suku, Kecamatan Kamang Magek, bakal menggelar Pameran dan Kerajinan UMKM pada Ra­bu dan Kamis, 11-12 De­sember 2024, di halaman Kantor Nagari Kamang Tangah Anam Suku.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan hari jadi Nagari Kamang Tangah Anam Suku yang kedua, setelah resmi dimekarkan pada 13 Desember 2022.

Acara ini akan melibatkan pelaku UMKM dari seluruh Nagari Kamang Tangah Anam Suku dan Kecamatan Kamang Magek, dengan harapan dapat menjadi wadah untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Bupati Agam, Dr. Andri Warman, MM, dijadwalkan hadir untuk membuka kegiatan tersebut.

Menurut Wali Nagari Kamang Tangah Anam Suku, Zulkiyar, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas proses pemekaran nagari serta upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan produk-produk UMKM unggulan, seperti rajutan tas wanita, kerupuk ubi, dan sandal dari anyaman pandan. De­ngan demikian, perekonomian masyarakat dapat tumbuh dan berkembang,” ujar Zulkiyar.

Selain pameran, acara ini juga akan dimeriahkan oleh Festival Kerupuk Kuah yang diikuti oleh 50 peserta. Para pemenang yang berhasil meraih peringkat 1, 2, dan 3 akan menerima penghargaan berupa tabu­ngan berhadiah (tabanas).

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati sejarah pemekaran nagari, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memajukan UMKM lokal dan memperkuat identitas budaya ma­sya­rakat Kamang Tangah Anam Suku.

Masyarakat dan pengunjung dari berbagai wila­yah diundang untuk menghadiri acara ini dan menyaksikan langsung berbagai produk unggulan hasil kar­ya masyarakat setempat. (pry)