BERITA UTAMA

Pria Paruh Baya Tewas Tergantung di Kandang Sapi

0
×

Pria Paruh Baya Tewas Tergantung di Kandang Sapi

Sebarkan artikel ini
TEWAS TERGANTUNG— Polisi melakukan olah TKP kasus penemuan mayat pria paruh baya yang tergantung di kadang sapi.

PADANG, METRO–Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang tergantung di kandang sapi di kawasan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Sabtu, (23/11).

Diketahui korban bernama Suherman Ujang (58). Diduga, korban nekat megakhiri hidupnya dengan cara seperti itu lantaran diduga tidak kuat menahan sakit yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.

Kapolsek Bungus Teluk Kabung Kompol Al Indra mengatakan, penemuan mayat pertama kali diketahui oleh istri korban, yang merasa ada sesuatu yang terjadi pada korban.

Baca Juga  Alami Luka Bakar Akibat Kerusuhan Wamena, Tiba di Sumbar, Putri Dirawat di RSUP M Djamil

“Menurut keterangan istri korban bahwasanya korban pergi melihat ternak kambing di samping rumahnya, akan tetapi korban tidak keluar dari kandang kambing tersebut,” ujar Al Indra.

Ditambahkan Al Indra, istri korban kemudian mencari dan membuka pintu kandang yang terkunci. Saat itu dia melihat korban sudah tergantung di depan pintu.

“Melihat suaminya tergantung, sang istri panik dan mencari pertolongan, ada seorang warga di sana, istri korban pun bersama warga itu berusaha membantu korban kemudian memotong kabel listrik yang korban gunakan untuk menggantung dirinya tersebut,” ujar Kapolsek.

Baca Juga  Petani Cabuli Anak Tetangga, Divonis 10 Tahun, Beraksi di Pondok dan Tepian Sungai 

Al Indra menuturkan, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bungus dan berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan sudah meninggal. Sementara itu, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda tindak kekerasan di sekujur tubuh korban, dan menyatakan menolak untuk dilakukan visum dalam yang dinyatakan dengan surat keterangan.

“Dari keterangan sang istri, bahwa korban menderita penyakit yang sudah di­deritanya selama bertahun-tahun. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi karena mereka sudah ikhlas dengan kematian korban,” tutupnya. (brm)