PADANG, METRO–Saat ini di Kota Padang, fenomena penyimpangan perilaku anak di bawah umur semakin mengkhawatirkan. Berbagai kasus seperti tawuran, balap liar, bahkan tindakan kriminal serius seperti pembunuhan oleh anak terhadap orang tua, serta kecanduan judi online dan gadget, menjadi sorotan utama.
Azizah, jubir muda pasangan calon Wali Kota Padang dan Wakil Wali Kota nomor urut 2 Iqbal-Amasrul, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini dan menyatakan perlunya seorang pemimpin, terutama Walikota, yang menguasai bidang psikologi untuk menangani permasalahan tersebut.
Dalam pandangannya, banyak anak muda yang terjebak dalam perilaku menyimpang akibat kurangnya pembinaan dan pehatian psikologis. Azizah menekankan pentingnya pendekatan psikologis untuk dapat memahami akar masalah yang dihadapi oleh generasi muda.
Azizah menilai, sosok Dr. Muhammad Iqbal, yang merupakan seorang doktor psikologi sekaligus rektor, memiliki kualifikasi yang dibutuhkan dalam menangani persoalan ini. Keahlian dan pengalaman Dr. Iqbal di bidang psikologi diharapkan dapat membawa perubahan positif dan solusi yang efektif bagi masalah sosial yang mengganggu Kota Padang.
Sebagai seorang mahasiswa psikologi, Azizah menyadari betapa kompleksnya kondisi psikologis anak muda saat ini. Ia percaya bahwa peran seorang pemimpin yang memahami psikologi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak.
“Dengan adanya kebijakan yang berbasis pada keilmuan psikologi, diharapkan angka penyimpangan perilaku di bawah umur dapat menurun drastis,” katanya.
Diketahui, calon Wali Kota Padang Dr. Muhammad Iqbal adalah rektor dan dosen di beberapa kampus yang berpengalaman lama sebagai Staff Ahli Wakil Ketua MPR RI yang sebelumnya di Bappenas. Dia juga seorang psikolog yang sangat memahami karakter masyarakat dan hadir dengan solusinya.
Sementara Cawawako Amasrul adalah pamong senior dengan pengalaman sangat lama di Kota Padang. Amasrul lahir dan membina karir sebagai ASN di Kota Padang dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Daerah Kota Padang sampai Dinas di Pemprov Sumbar. Pengalamannya sangat berharga dan akan sangat berguna dalam memimpin Kota Padang lima tahun ke depan. (*)






