METRO PADANG

Jelang Nataru 2025, Pemko Padang Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman, Harga Stabil

0
×

Jelang Nataru 2025, Pemko Padang Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman, Harga Stabil

Sebarkan artikel ini
RAKOR SATGAS PANGAN— Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Padang Didi Aryadi, memimpin rapat koordinasi Tim Satgas Pangan Kota Padang di kantor Balaikota, Jumat (22/11). Pemko memastikan ketersediaan sembako aman hingga akhir tahun ini.

PADANG, METRO–Pemko Padang memastikan ketersediaan bahan pokok stra­tegis terjaga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Padang, Didi Aryadi dalam rapat koordinasi Tim Satgas Pa­ngan Kota Padang di kantor Ba­lai­kota, Jumat (22/11). “Ketersediaan dan pasokan bahan pangan pokok men­cukupi kebutuhan masyarakat Kota Padang,” ujarnya.

Perkiraan ketersediaan 10 bahan pokok strategis yakni beras, cabai rawit, cabai keriting, bawang pu­tih, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan mi­nyak goreng melebihi per­kiraan kebutuhan masya­rakat.

Baca Juga  Jadi Perhatian Pangkoarmabar I, Keamanan Selat Malaka, Laut China Selatan dan Natuna

Selain itu, Didi Aryadi menyampaikan hasil monitoring yang dilakukan di berbagai pasar menunjukkan bahwa harga-harga bahan pangan pokok relatif terkendali. “Tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan bahan pangan pokok saat ini,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, ca­bai keriting pada minggu ketiga bulan November ini berkisar antara Rp24.000-30.000.

“Padahal, ketika langka-langkanya bisa mencapai Rp100.000. Saat ini, banyak cabai keriting masuk dari Jawa ataupun dari daerah tetangga seperti Bukittinggi, Solok, Alahan Panjang, Aceh, Lampung, dan Kerinci,” jelas dia.

Sementara itu, untuk komoditas lain yakni beras Rp15.000-19.000, bawang merah Rp30.000-36.000, bawang putih Rp36.000-38.000, cabai rawit Rp48.­000-50.000, daging sapi Rp140­.000-150.000.

Baca Juga  Emak-emak Korban Kekerasan di Pasar Raya Lapor Polisi, Ngaku Sempat Diancam akan Dibunuh

Selanjutnya, telur ayam Rp32.000-Rp34.000, gula pasir Rp18.000-20.000 dan minyak goreng kemasan Rp17.500-19.000.

Secara produksi, bahan pangan pokok Kota Padang tidak mencukupi untuk ma­sya­rakat Kota Padang. Namun, secara ketersediaan pangan memenuhi kebutuhan masyarakat karena adanya pasokan dari daerah surplus pangan.

Di sisi lain, pantauan di lapangan ditemukan adanya penurunan daya beli masyarakat berbelanja di pasar induk dan pasar-pasar satelit di Kota Pa­dang. “Ini disebabkan karena banyaknya pasar-pasar kaget di sekitar perumahan sehingga masyarakat lebih ményukai untuk berbe­lanja langsung daripada ke pasar,” tandasnya. (brm)