PADANG, METRO–Polda Sumbar bergerak cepat melaksanakan program pemerintah terkait swasembada pangan yang merupakan program kebijakan presiden RI Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai inisiatif berbasis pertanian dan peternakan.
Mendukung ketahanan pangan, Polda Sumbar memulai aksi dengan penanaman jagung manis di lahan pertanian seluas 1,5 hektare milik warga di kawasan Komplek Wisma Indah, Kuranji, Kota Padang, yang bertepatan dengan dilaunchingnya Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan, oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Gugus Tugas Polri ini diluncurkan guna mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan,” ungkap Kapolri sedara daring dari Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11).
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono mengatakan, penggarapan lahan seluas 15 ribu meter persegi milik masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Polda Sumbar terhadap misi ketahanan pangan yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Untuk menjaga ketahanan pangan ini, tidak hanya Jagung, tapi semua jenis tanaman pangan, ternak, yang bisa dikonsumsi masyarakat,” ungkap Irjen Pol Suharyono saat penanaman jagung bersama Forkopimda Sumbar.
Terkait dukungan ketahanan pangan ini, Irjen Pol Suharyono mengimbau kepada seluruh jajarannya untuk menjalin kerja sama dengan unsur masyarakat baik skala besar maupun kecil.
“Jadi hari ini, di kawasan Kuranji atas bantuan masyarakat, kita bisa memanfaatkan lahan mereka dengan luas sekitar 1,5 hektare, yang kita tanami jagung manis, dan diperkirakan akan panen hingga 75 hari ke depan,” sebutnya.
Selain itu kata Kapolda, belum lagi nanti ada lahan pertanian yang akan disediakan oleh Kementerian Pertanian, ada sekitar 415 hektare yang akan ditanami jenis-jenis tanaman yang mendukung ketahanan pangan.
“Tadi sudah kita informasikan kepada pimpinan, bahwa Sumbar dengan luasnya lahan pertanian, InsyaAllah akan mendukung swasembada pangan di Indonesia ini. Ke depannya, kami bersama unsur Forkopimda akan terus menyosialisasikan terhadap program pemerintah ini yang akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga lainnya,” ujar dia.
Sementara, dalam laporannya kepada Kapolri, Irjen Pol Suharyono menyampaikan bahwa Sumbar adalah provinsi memiliki penduduk mencapai 5,8 juta jiwa. Luas daratan di Sumbar tersebut terdiri dari hutan 58,76 persen, perkebunan 21,23 persen, dan sawah 6,39 persen.
“Dengan memperhatikan kondisi tersebut maka Sumbar berpotensi besar menjadi gudang pangan, karena itu Polda akan terus memberikan dukungan penuh,” kata dia.
Irjen Pol Suharyono juga melaporkan sejumlah progres ketahanan pangan yang sudah dilakukan oleh Polda Sumbar serta jajaran sejauh ini dalam mendukung Asca Cita. Mulai dari penyediaan atau pemanfaatan lahan pertanian dan perkebunan seluas 415,97 hektare untuk ditanami bibit tanaman jagung manis, jagung pakan, cabai, singkong, ubi, kacang tanah, padi.
Kemudian lobak, daun bawang, sawi, terung, tomat, timun, tebu, kacang panjang, pepaya, durian, alpokat, dan lainnya. Selanjutnya adalah pengelolaan peternakan yang terdiri dari ayam sebanyak 38.475 ekor, bebek 300.600 ekor, sapi 88 ekor, dan kambing 5 ekor. Ada juga kegiatan pembudidayaan ikan yang terdiri dari bibit nila sebanyak 104.900 ekor, lele 57 ribu ekor, ikan mas 36 ribu ekor, dan gurami 7 ribu ekor. (rgr)





