METRO PADANG

Berantas Premanisme, Epyardi-Ekos akan Pasang CCTV di Objek Wisata

0
×

Berantas Premanisme, Epyardi-Ekos akan Pasang CCTV di Objek Wisata

Sebarkan artikel ini
epyardi - ekos

PADANG, METRO–Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar nomor urut 2 Epyardi Asda-Ekos Albar, punya cara cerdas untuk mencegah terjadinya aksi premanisme di provinsi itu, yaitu memasang kamera pengintai (CCTV) di objek wisata.

“Untuk menanggulangi masalah premanisme itu, bisa kita buat CCTV yang terintegrasi sehingga preman bisa dikontrol dan langsung bisa ditanggulangi,” ujar Ekos dalam Debat Publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang digelar KPU Sumbar pada Rabu (13/11) lalu.

Ekos mengatakan hal itu untuk menjawab pertanyaan moderator tentang strategi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk memastikan agar setiap lokasi tujuan wisata terjaga keamanan dan kenyamanannya secara terkoordinasi dengan pemda kabupaten/kota.

Moderator menyampaikan pertanyaan itu berkaitan dengan praktik premanisme dan pungutan liar di berbagai lokasi wisata di Sumbar belum dapat ditangani secara optimal sehingga dapat mengganggu ke­nya­manan para pengunjung.

Ekos mengatakan bahwa pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran dana untuk membeli dan memasang kameran pengintai di tempat-tempat wisata. Menurutnya, jika ada kamera pengintai di tempat wisata, pariwisata akan menjadi lebih maju, pengunjung lebih aman, dan masyarakat sebagai penikmat juga akan menjadi lebih sehat dan sejahtera.

Cara lain yang disampaikan Ekos untuk mencegah terjadinya aksi premanisme ialah membentuk satuan tugas khusus yang menanggulangi ma­salah itu.

Sementara itu, menurut Epyardi, aksi premanisme terjadi karena pelakunya tidak puas dan tidak dilibatkan dalam mengambil kebijakan tentang objek wisata di tempat mereka. Di Kabupaten Solok, Epyaradi menyebut bahwa ia bermusyawarah pemuda yang ada di sekitar objek wisata dan memberikan mereka edukasi.

Menurutnya, dengan melibatkan masyarakat di sekitar objek wisata dan memberikannya edukasi, merak menyadari bahwa objek wisata memberikan keuntungan bagi ma­sya­rakat sekitar tempat wisata karena wisatawan pasti berbelanja dan mengeluarkan uang di tempat wisata.

“Dengan bermusya­wa­rah dengan mereka, mereka juga percaya dan mereka bisa menikmati keuntungan dari objek wisata sebagaimana yang saya lakukan di Kabupaten Solok. Kunjungan wisata sangat luar biasa sekarang. Dulu orang selalu punya pemikiran: Anda belum ke Sumbar kalau belum ke Bukittinggi. Sekarang beru­bah: Anda belum ke Sumbar kalau Anda belum ke Kabupaten Solok,” katanya.

Bahkan, dia menyebut faktor sering macet karena orang berwisata di Ka­bu­paten Solok dan alamnya indah juga sebuah bukti. “Berkat kami menjadi bupati, Solok bangkit, Solok berjaya. Moto ‘Mambang­kik Batang Tarandam’ alhamdulillah tercapai di Kabupaten Solok,” tutur Bupati Solok 2021-2024 itu. (fer)