SIJUNJUNG, METRO – Masyarakat Jorong Unggan Bukik, Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung resah akibat serangan harimau yang memangsa hewan ternak warga setempat. Kejadian itupun membuat masyarakat takut dan was-was saat melakukan aktivitas di lahan perkebunan maupun di luar rumah.
Meskipun warga bersama pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Polsek Sumpur Kudus telah melakukan upaya untuk menangkap hewan tersebut. Namun hingga kini masih belum membuahkan hasil.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, serangan harimau Sumatera tersebut sudah berlangsung semenjak beberapa bulan terakhir. Serta telah memangsa 6 ekor kambing dan 2 ekor anjing milik warga setempat.
“Kita sudah turun langsung ke lokasi untuk memastikan. Memang warga yang memiliki hewan tersebut mengaku sempat melihat harimau yang berukuran besar hendak memangsa hewan ternaknya. Katanya dia melihat dari jarak yang cukup dekat. Sudah 6 ekor kambing dan 2 ekor anjing yang dimangsa harimau tersebut,” tutur Kapolsek Iptu Mulyadi, Selasa (19/3).
Sementara itu, pihak BKSDA bersama warga setempat telah memasang perangkap untuk menangkap harimau yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.
“Beberapa waktu lalu sudah pernah dipasang, tapi belum berhasil. Kemarin pada Minggu (17/3) perangkap kembali dipasang, semoga saja harimau itu bisa ditangkap,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan bekas serangan harimau tersebut beserta jejaknya yang cukup besar.
“Kalau kata orang BKSDA diperkirakan harimau ini berukuran besar dilihat dari jejaknya. Harimau itu memangsa hewan ternak warga dengan cara mengupak kandang ternak tersebut. Pemilik ternak juga sempat melihat langsung harimau itu,” ungkapnya.
Mulyadi menjelaskan bahwa lokasi serangan harimau itu berada cukup jauh dari pemukiman masyarakat, namun warga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati.
“Jaraknya ada sekitar 1 hingga 2 kilometer dari perumahan warga. Masyarakat disana banyak yang beternak sekaligus berladang. Lokasinya pun sudah hampir memasuki perbatasan dengan Riau. Kita menghimbau agar masyarakat wasapada dan mengurangi aktivitas didalam hutan, untuk antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, setidaknya sampai harimau itu tertangkap,” pungkasnya. (ndo)





