METRO SUMBAR

Periode 2019-2024, Angka Kemiskinan Meningkat di Kota Padang Panjang

1
×

Periode 2019-2024, Angka Kemiskinan Meningkat di Kota Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
Sonny Budaya Putra

PDG. PANJANG, METRO–Data Badan Pusat Sta­tistik (BPS) mencatat ang­ka kemiskinan di Kota Padang Panjang, periode 2019-2024 terjadi pening­katan angka kemiskinan pada 2023 dari 5,24% men­jadi 5,31%. Dengan presentase angka kemiskinan ekstrem 2023, 1,07 persen atau seba­nyak 610 Jiwa.

Menyikapi hal ini, Pj. Walikota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, minta sinergitas dan kerja sama seluruh pihak terutama sinergitas lintas OPD untuk bersama-sama memberikan perhatian serius dalam percepatan aksi tindak lanjut penanganan angka kemiskinan di kota itu.

”Ini harus menjadi titik perhatian serius bagi kita bersama. Agar memfokuskan program kegiatan pada pengentasan kemis­kinan dan stunting di Pa­dang Panjang,” ungkap Sonny, pada rapat koordinasi di aula Bappeda, Jumat (1/11).

Dikatakan Sonny, pengangguran dan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah dalam menangani persoalan krusial ini dan perlu dukungan berbagai pihak, sehingga target pe­nurunan angka kemiskinan yang diinginkan dapat tercapai.

”Upaya yang harus dilakukan untuk menurun­kan angka kemiskinan yaitu mengurangi beban pengeluaran kelompok miskin dan rentan miskin. Melalui pemberian bantuan pendidikan gratis, ke­sehatan gratis, pemberdayaan eko­nomi, dan me­ningkatkan produktivitas kelompok miskin,” sebutnya.

Dikatakan, upaya itu harus mengacu pada tiga strategi utama penanggulangan kemiskinan ekstrem. Meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penurunan jumlah kan­tong-kantong kemiskinan.

Sonny, meminta jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan rapat lengkap lintas OPD, camat, lurah, BUMN, BUMD dan pihak terkait lainnya untuk membahas langkah-langkah dan aksi yang akan dilakukan guna mempercepat penurunan angka kemiskinan tersebut.

”Kondisi atau faktor yang mempengaruhi kenaikan angka kemiskinan pada 2024 ini yaitu terjadinya bencana alam. Meliputi erupsi Gunung Marapi mulai dari Desember 2023 serta banjir bandang pada April dan Mei 2024,”ujar Plt Kepala Bappeda, Argus Saadah.

Menurut Argus, bencana alam yang terjadi me­ngakibatkan rusaknya infrastruktur serta kawasan lumbung pangan, permukiman dan mata pencaharian masyarakat. Untuk itu harus ada langkah-langkah strategis da­lam menyikapi situasi dan kondisi ini se­hingga pe­rekonomian ma­syarakat dapat segera membaik. (rmd)