AGAM/BUKITTINGGI

UFDK dan BPC Adu Gagasan Paslon Pilkada B ukittinggi

0
×

UFDK dan BPC Adu Gagasan Paslon Pilkada B ukittinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi bekerja sama dengan organisasi wartawan Bukittinggi Press Club (BPC) menggelar diskusi publik dan adu gagasan dengan menghadirkan kandidat peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di kota Bukittinggi.

Kegiatan ini berlangsung di Hall UFDK pada Sabtu (2/11) mengangkat tema “alun takilek alah takalam (membaca tanda tanda perubahan) yang merupakan diskusi perdana di Bukittinggi dilakukan perguruan tinggi yang melibatkan peserta Pilkada 2024.

Dari empat Paslon Pilkada 2024, hanya Paslon nomor urut tiga yang tidak hadir di diskusi pemba­hasan isu kesehatan, pendidikan, tata kelola pe­merintahan, adat, pariwisata dan agama itu.

Baca Juga  Jawab Pandangan Umum Ranperda RPJPD 2025-2045, Walikota: RPJPD Sudah Pedomani Instruksi Mendagri

“Kegiatan ini merupakan diskusi panel yang salah satu tujuannya adalah menambah wawasan maha­siswa dan civitas akademika, baik itu secara akedemik maupun non akademik,” kata Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Agil Pratama.

Menurut Agil, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui arah yang jelas dan pasti tentang kemajuan dan kesejahteraan Bukittinggi ke depannya.

“Yang pasti harus sinkron terkait isu isu yang kami bahas, kegiatan akan dimulai dengan penyampaian visi dan misi masing-masing calon,” katanya.

Presiden Mahasiswa (Presma) UFDK, Najmi Hanifah menambahkan, diskusi publik ini merupakan suatu kesempatan bagi mahasiswa untuk menyu­arakan ide dan berdiskusi secara terbuka.

Baca Juga  54 Calon Paskibraka Ikuti Latihan Tahap I di Kota Bukittinggi

“Saya berharap dari forum ini lahir pemikiran segar dan solusi nyata yang bisa memberikan kontribusi positif dan kemajuan bagi masyarakat Bukittinggi khususnya,” papar Najmi Hanifah.

Sementara itu, Ketua Bukittinggi Press Club, Abdul Fatah mengungkap kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi kandidat untuk memaparkan program unggulan mereka masing-masing. “Kegiatan ini membuka peluang bagi para kandidat, untuk menyampaikan gagasan briliannya dalam membangun Bukittinggi,” kata Abdul Fatah.

Ia berharap semua kandidat tidak ‘alergi’ dengan pertanyaan kritis para mahasiswa meski ada satu paslon di Bukittinggi yang ternyata tidak bisa ikut hadir dengan alasan jadwal lain sudah terjadwal dan terkonfirmasi. (pry)