METRO PADANG

Kekerasan di Sekolah harus Dihabisi!

0
×

Kekerasan di Sekolah harus Dihabisi!

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN KEKERASAN DI SEKOLAH— Dinas Pendidikan Sumbar melakukan Rapat Koordinasi Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Lingkungan Satuan Pendidikan, Senin (28/10) di Padang.

PADANG, METRO–Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius mengungkapkan, hingga saat ini tindakan kekerasan masih saja terjadi di sekolah-sekolah. Namun demikian, tindak kekerasan tersebut hanya dalam bentuk skala kecil.

“Dari hasil evaluasi masih ada tindakan kekerasan di sekolah. Namun skalanya masih kecil-kecil. Tidak boleh ada lagi kekerasan di masa yang akan datang,” tegas Barlius usai Rapat Koordinasi Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Lingkungan Satuan Pendidikan, Senin (28/10) di Padang.

Barlius juga mengingatkan guru dan kepala se­kolah, kalau ingin memberikan punishment (hukuman) kepada siswa yang melanggar aturan, maka punishment yang diberikan guru kepada siswa tidak harus dengan kekerasan.

“Karena kekerasan me­mang tindakan yang tidak dibolehkan. Misalnya punishment membersihkan sesuatu, tidak kekerasan. Ju­ga ada punishment mem­­buat tugas. Banyak pu­nishment yang bisa dila­kukan dengan tidak me­lakukan kekerasan,” tegasnya.

Diakui Barlius, tindakan kekerasan di sekolah terjadi penyebabnya karena belum tumbuh kesadaran secara utuh. Baik dari guru dan juga dari siswa dengan siswa lainnya. Namun, dari hasil evaluasi, tindak kekerasan yang banyak terjadi di sekolah itu antara siswa dengan siswa, dari senior ke yunior berupa tindakan bullying atau perundungan.

Baca Juga  Tempat Makan tak Patuhi PSBB, Pemilik Kafe Diberi Peringatan Keras

“Bahkan masih ada di suatu sekolah, mungkin ke­ke­ra­san senior kepada yunior itu sudah biasa. Ini yang ha­rus dikurangi. Mata rantai ini harus kita buang,” tegasnya.

Untuk pencegahan dan penanggulangan kekera­san di sekolah, menurut Barlius, sekarang ini sudah terbentuk satuan tugas (satgas), baik di tingkat kabupaten kota maupun provinsi. Bahkan di sekolah juga sudah ada tim penanganan pencegahan dan penanggulangan keke­ra­san. “Tim sudah ada, tinggal lagi memaksimalkan kinerjanya,” tegasnya.

Selain membentuk satgas dan tim, Dinas Pendidikan Sumbar menurutnya juga melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum seperti kejaksaan. “Kita koordinasikan dengan kejaksaan, terhadap apa yang harus dilakukan dan konsekuensi secara hukum jika tindak kekera­san berlanjut,” terangnya.

Koordinasi juga dilakukan dengan DPRD Provinsi Sumbar dengan melakukan penguatan agar se­kolah menjadi tempat yang meneyangkan dan jauh dari tindakan kekerasan.

Barlius menambahkan, terkait rapat koordinasi yang dilaksanakan hari ini, merupakan bentuk implementasi Permenikbu­dris­tek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah.

Melalui rapat koordinasi ini, sekolah diharapkan sudah bersatupadu mela­ku­kan evaluasi dan pe­ngua­­tan agar kekerasan di se­kolah harus dihabisi. Baik itu kekerasan antara guru, siswa dengan siswa atau yang lain.

Baca Juga  Kantor Disdukcapil masih Tutup

Kegiatan rapat koordinasi ini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan menyenangkan. “Sehingga orang tua nyaman menyekolahkan anaknya, anak-anak nyaman ke sekolah, guru nyaman mendidik tanpa dihantui oleh tindak kekerasan oleh orang tua dan ma­syarakat. Intinya, bagaimana lingkungan sekolah kita bangun menjadi ling­kungan yang sehat dan me­nye­nangkan,” harapnya.

Sementara, Ketua DPRD Pro­vinsi Sumbar, Muhidi ber­harap, agar ke depan Di­nas Pendidikan Sumbar bersama DPRD Sumbar bisa men­diskusikan, kira-kira per­da apa yang perlu di­cip­ta­kan untuk mencegah ke­ke­rasan di sekolah ini. “Kita juga berharap bersama Dinas Pendidikan Sumbar bisa membahas khusus tentang pen­didikan, perlindungan anak dan pengelolaan pen­di­dikan yang aman,” ha­rap­nya.

Termasuk juga kebutuhan dukungan anggaran, untuk membekali pengetahuan kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK). Pembekalan dilakukan dengan melakukan pelatihan-pelatihan khusus penanganan tindak kekerasan di sekolah.

“Ke depan Dinas Pendidikan fokus terhadap masalah kekerasan di sekolah ini. Lewat Komisi DPRD Sumbar juga bisa lakukan monitoring, sehingga kebutuhan sekolah dalam upaya pencegahan bisa terpenuhi sehingga kekerasan bisa dikurangi. Untuk menghabiskan kekerasan mungkin tidak bisa, minimal kasusnya ber­kurang,” harapnya. (fan)