OLAHRAGA

Tim Panjat Tebing Indonesia Juara Umum IFSC 4 Speed Madrid 2024, Emas Berlimpah dan Persiapan Matang!

0
×

Tim Panjat Tebing Indonesia Juara Umum IFSC 4 Speed Madrid 2024, Emas Berlimpah dan Persiapan Matang!

Sebarkan artikel ini
MEDALI EMAS— Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah) meraih medali emas nomor 4 speed putri IFSC 4 Speed Madrid 2024.

SPANYOL, METRO–Tim panjat tebing Indonesia menjadi juara umum dalam ajang IFSC 4 Speed Madrid 2024. Kejuaraan invitasi dalam rangka test-event nomor baru tersebut, skuad Merah Putih sukses menyabet delapan me­dali, dengan empat di antaranya berwarna e­mas.

Medali emas pertama diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi pada Sabtu (19/10). Atlet asal Bali itu sukses menjadi yang tercepat dalam nomor baru 4 speed putri dengan mencatatkan waktu 6,49 detik. Dia unggul 0,25 detik dari Jimin Jeong (Korea Selatan).

Selain Rita, atlet putri lain Rajiah Sallsabillah juga dapat medali. Atlet asal Tangerang itu meraih perunggu karena finish ketiga dalam lomba empat jalur tersebut dengan catatan waktu 9,65 detik. Ada­pun peserta final terakhir Shaoqin Zhang fall alias terjatuh.

Sementara dari nomor 4 speed putra, Indonesia hanya dapat satu perunggu. Medali tersebut diperoleh Veddriq Leonardo, yang finish ketiga dalam partai final dengan 5,11 detik.

Veddriq kalah cepat 0,98 detik dari Jianguo Long (Tiongkok) dan Amir Mai­muratov (Kazakhstan) yang meraih emas dan perak. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu hanya lebih cepat dari atlet A­merika Serikat, Zach Hammer (9,55 detik).

Pada hari kedua penyelenggaraan, tim panjat te­bing Indonesia meraih le­bih banyak medali. Tiga emas, satu perak, dan satu perunggu berhasil direbut dari empat nomor, yakni speed standar 2 jalur putra dan putri serta nomor baru speed relay 2v2 putra dan putri.

Dari nomor speed standar 2 jalur putra, Indonesia mengamankan emas dan perak yang dicatatkan atas nama Veddriq Leonardo dan Rahmad Adi Mul­yono. Veddriq jadi juara karena mampu finish da­lam waktu 5,06 detik, berbanding 5,14 detik yang ditorehkan Adi.

Kemudian untuk nomor speed standar 2 jalur putri, giliran Nurul Iqamah yang unjuk gigi. Dia dapat perunggu setelah dikepung wakil Tiongkok di semifinal. Nurul menang atas Sheng­yan Wang dalam small-final karena mencatatkan waktu 6,95 detik.

Nah, tim Indonesia kem­bali berjaya di nomor speed relay 2v2 putra dan putri. Skuad Merah Putih berhasil menyapu bersih dua medali emas. Emas putra disumbangkan oleh duet Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin, sedangkan emas putri diraih Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah.

Duet Veddriq-Katibin mencatatkan waktu 10,235 detik dan berhak dapat emas setelah mengalahkan duet Tiongkok, Long Jingbao dan Long Jianguo yang jatuh pada partai final. Sementara Rita dan Rajiah jadi yang terbaik karena punya catatan 13,865 detik, lebih baik dari pasangan Tiongkok, Zhou Yafei dan Zhang Shaoqin (15,566 detik) di final.

Dengan demikian, total empat emas, satu perak, dan tiga perunggu berhasil diraih tim panjat tebing Indonesia. Bendera Merah Putih pun empat kali ber­kibar dan berhak jadi juara umum IFSC 4 Speed Madrid 2024, kejuaraan invitasi sekaligus test event nomor baru.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP FPTI, M Rizal Umarella, mengatakan hasil gemilang itu tak lepas dari persiapan panjang yang dilakukan tim

Indonesia, baik atlet maupun pelatih. “Setelah selesai Olimpiade, semua atlet bersama pelatih tetap melakukan latihan di Pelatnas dengan sistem pelatihan yang sistematis dan berkelanjutan,” kata Rizal dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10/2024).

“Sebab, target kami tidak selesai di Olimpiade saja, tetapi kejuaraan-ke­juaraan lainnya termasuk IFSC Madrid 4 Speed ini,” tambah Rizal.

Sekretaris Umum PP FPTI, Pristiawan Buntoro, juga mengapresiasi pencapaian para atlet. Di satu sisi, dia mengingatkan bahwa persaingan untuk nomor speed dengan format baru akan semakin membuat sengit persaingan di ajang kompetisi internasional panjat tebing untuk nomor speed ke depan.

“Ingat dengan format baru ini (memakai 4 jalur), atlet harus sangat menjaga kondisi fisik dan mentalnya karena para atlet ha­rus menjalani pertandingan yang lebih banyak secara intensitas dalam satu kali kompetisi sehingga diperlukan kondisi yang prima dan kondisi mental yang stabil,” ucap Pristiawan.

Sebagai informasi, 4 speed lane dan speed relay 2v2 adalah nomor baru yang disiapkan oleh IFSC. Kedua nomor tersebut rencananya bakal diluncurkan secara resmi di World Ga­mes 2025 di Chengdu, Tiong­kok. (jpg)