METRO PADANG

Pasar Sate Hadir di CFD Khatib

0
×

Pasar Sate Hadir di CFD Khatib

Sebarkan artikel ini

KHATIB, METRO – Dinas Perdagangan Kota Padang bekerja sama dengan Persatuan Pedagang Sate Padang (PPSP) menggelar Pasar Sate di halaman Kantor Dinas Perdagangan Padang, Minggu pagi (17/3). Sama seperti festival sate yang digelar di beberapa tempat sebelumnya, Pasar Sate ini juga bertujuan untuk memulihkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sate halal di Kota Padang.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyatakan, Pemko sangat mendukung penuh digelarnya Pasar Sate tersebut. Selain untuk meningkatkan pendapatan pedagang sate, juga ikut serta meramaikan dan menyemarakkan suasana Car Free Day (CFD) Khatib Sulaiman yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi.
“Selaku Wali Kota Padang saya menjamin dan menegaskan bahwa semua sate di Padang sehat, aman dan halal, Insya Allah. Karena kemarin yang melakukan pelanggaran sudah kita tangkap dan serahkan untuk diproses secara hukum oleh kepolisian. Kita Pemko Padang tak akan segan-segan menegakkan sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran apa saja di kota ini,” tegas Mahyeldi.
Mahyeldi pun mengucapkan selamat kepada PPSP yang senantiasa kompak menggelar festival sate di beberapa tempat demi memulihkan kembali pascakejadian itu.
“Semoga Pasar Sate di sini dapat dilaksanakan berkelanjutan selama CFD. Begitu juga kalau bisa kegiatan ini juga digelar di kawasan Muaro, Siti Nurbaya, RTH Imam Bonjol dan tempat keramaian lainnya,” imbuh Mahyeldi.
Penasihat PPSP, Miko Kamal menyebutkan, Pasar Sate kali ini diikuti sebanyak 17 pedagang sate di Kota Padang. Iven tersebut berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Harga sate yang dijual di pasar sate ini Rp10.000/porsi yang terdiri dari 3 daging, 2 ketupat dan segelas air mineral.
“Alhamdulillah, festival sate yang telah dilakukan dibeberapa tempat kemarin, mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Mudah-mudahan hal serupa juga terjadi pada pergelaran Pasar Sate ini,” tukasnya.
Seperti diketahui, kepopuleran dan kelezatan makanan terlezat selain rendang ini sempat terganggu sejak beberapa minggu lalu. Hal itu dikarenakan ditemukannya salah seorang pedagang sate yang kedapatan menggunakan bahan daging babi. Sehingga sontak membuat kaget semua pihak terutama masyarakat yang biasa mengkonsumsinya.
Bahkan penjual sate lainnya juga terkena imbas dengan penurunan omzetnya atas aksi terlarang salah seorang penjual sate di kawasan Simpang Haru tersebut. Saat ini pemiliknya sedang diproses secara hukum untuk dikenakan sanksi tegas oleh pihak yang berwenang. (tin)

Baca Juga  Usai Kunjungan Andre Rosiade-Kepala Daerah, Menteri BUMN Erick Thohir Turunkan Tim ke Sumbar