METRO SUMBAR

Pjs Bupati Tanah Datar Arry Yuswandi Akui, Informasi Vaksin Lebih Banyak Negatif di Kalangan Masyarakat

0
×

Pjs Bupati Tanah Datar Arry Yuswandi Akui, Informasi Vaksin Lebih Banyak Negatif di Kalangan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN KERJA— Pjs Bupati Tanah Datar Arry Yuswandi saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Biofarma di jalan Pasteur, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Jawa Barat.

TANAHDATAR, METRO–Diakui Arry Yuswandi Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Tanah Datar, bahwa di Sumatera Barat termasuk di Tanah Datar masih kurangnya pemahaman masyarakat dan simpang siurnya informasi ditambah lagi era digital (media sosial) saat ini, dimana informasi yang beredar terkait vaksin lebih banyak yang negatif ketimbang yang positifnya.

“Pertarungan informasi terkait vaksin masih saja terjadi, saat ini di Sumatera Barat masih banyak kelompok masyarakat yang anti vaksin dengan berbagai dalih seperti product non muslim ditambah lagi filo­sofi Sumatera Barat, Adat Basandi Syarak-Syarak Ba­sandi Kitabullah (ABS-SBK) sementara vaksin ini di­produksi biofarma, ”ucapnya.

Baca Juga  Payakumbuh Anggarkan 1.000 Alat Tes Urine ASN

Hal itu dikatakan Pjs. Bupati Tanah Datar Arry Yuswandi ketika kunjungan kerja ke PT. Biofarma Jalan. Pasteur No. 28 Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/10).

Arry Yuswandi menyebut terkait program imunisasi wajib tantangan Dinkes cukup berat karena Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Tanah Datar masih 35 persen di triwulan IV dan itu sudah jor-joran sementara waktu tinggal dua bulan dan vaksin dari BCG ngak mungkin langsung ke vaksin campak.

“Mudah-mudahan de­ngan adanya kunjungan kerja ini ke biofarma akan dapat informasi yang da­pat diluruskan kepada ma­sya­rakat, MUI sebenar­nya juga diikutsertakan namun karena sesuatu lain hal ngak bisa ikut,”ujar Arry.

Baca Juga  Monalisa: Gerakan 1821, Stop Lihat Medsos dan TV

Dijelaskan Arry juga bahwa biofarma merupakan perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara, dan informasi ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa Indonesia pun sudah bisa memproduksi vaksin dan juga sudah diekspor malah.

Sebelumnya Taufik Wilmansyah Kepala Divisi Manajemen Produksi dan Distribusi Biofarma me­nyampaikan jika Biofarma merupakan pabrik vaksin yang sudah cukup tua berdiri semenjak 6 Agustus 1890 di Rumah Sakit Militer Weltevreden Batavia yang saat ini berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. (ant)