METRO SUMBARSOLOK/SOLSEL

Guru Kota Solok Ikuti Seminar Pendidikan Islam

0
×

Guru Kota Solok Ikuti Seminar Pendidikan Islam

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO – Kantor Kementerian Agama Kota Solok kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menyelenggarakan Seminar Pendidikan Islam bertemakan Menyikapi Perubahan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) abad XXI. Seminar berlangsung di Aula SMP 5 Kota Solok pada Sabtu (16/3) yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Solok, Reinier.
Ketua pelaksana, Apri Yulius mengatakan, seminar ini dihadiri oleh 100 orang peserta. Terdiri dari guru RA, SD, SMP, SMA dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Kota Solok. Mendatangkan keynote speaker akademisi dari UMSB, Dr Nursal, Dr Mahyudin Ritonga dan Dr Zulfardi Darussalam.
Wawako Reinier mengatakan, kultur pendidikan Islam pada masa kini lebih berorientasi pada pengembangan kesadaran untuk bersatu dalam kemajemukan budaya, kemajemukan berpikir, menjunjung tinggi nilai moral, kemanusiaan, kesadaran kreatif, produktif, dan kesadaran hukum. Pada era globalisasi, menurutnya, pendidik dituntut untuk melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar secara terus menerus.
“Pendidikan agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Manfaatkanlah momen seminar ini sebagai bahan untuk peserta didik, supaya betul-betul menjadi peserta didik harapan kita semua,” harap Wawako.
Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, Afrizen mengatakan, seminar ini akan mengupas bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam ke depannya, bagaimana posisi guru PAI dalam era globaliasi saat ini dapat terjawab. Sehingga seminar ini menjadi penambah bekal bagi pendidik nantinya.
“Perubahan dan perbaikan kurikulum pendidikan wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik,” tukasnya.
Ke depannya, kata Afrizen, akan digelar MoU dengan Guru PAI se-Kota Solok untuk memberantas LGBT di Kota Solok. Hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi Kota Solok Kota Serambi Madinah. (vko)