PASAMAN, METRO–Nagari Panti Selatan mengadakan Pelatihan kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UMKM/UP2K), di ruang pertemuan, Nagari Panti Selatan, Selasa (15/10).
Sebanyak 40 orang pelaku UMKM/UP2K dihadirkan dalam acara pelatihan itu. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Nagari, Didi Al Amin, SP.
Didi Al Amin menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM tentang bagaimana cara atau peran mereka dalam membangun Nagari terutama terkait produk-produk yang mereka hasilkan, maka tentu itu nantinya akan mendatangkan manfaat bagi sisi pendapatan untuk mereka dan tentunya menggerakkan ekonomi yang ada di Nagari Panti Selatan ini.
Didi berpesan kepada para peserta pelatihan agar mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. “Perhatikan apa yang disampaikan oleh pemateri nantinya agar usaha yang ditekuni bisa maju dan berkembang,”.
Didi menambahkan, dimana nantinya Pemerintahan Nagari Panti Selatan untuk Tahun 2025 akan mengalokasikan atau menyediakan anggaran dari APB Nagari untuk membantu kemajuan UMKM seperti bantuan alat dan lainnya. Sedang untuk bantuan permodalan itu dari Bumnag Nagari.
“Untuk saat ini aset Bumnag Nagari sebanyak Rp 156 Juta, maka diharapkan bagi pelaku usaha untuk menjalin kerjasama dan pergunakanlah aset itu dengan sebaik-baiknya dan hindari meminjam di tempat yang bisa merugikan,” pinta Didi.
Alvindo Dermawan. SP, M.Si pemateri pelatihan menyampaikan agar semua peserta UMKM dan UP2K membikin nama dari setiap usahanya, ini sangat penting dalam strategi pemasaran dan didaftarkan di kementrian Kementrian Hukum dan Ham
Pemda Sumbar menyediakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PlUT) KUMKM Sumbar, ini merupakan lembaga untuk membantu berbagai permasalahan bagi pelaku usaha di Sumbar dan diharapkan bagi pelaku usaha Nagari Panti Selatan untuk bergabung, katanya.
Selanjutnya untuk pengembangan usaha jangan ragu untuk berkonsultasi, silahkan bertanya bagaimana cara mengurus izin, menjual produk termasuk cara menjual produk untuk diekspor
“Dari 593 100 pengusaha UMKM aktif di Sumbar biasanya bermasalah di dalam, permodalan, distribusi tidak tepat, pengelolaan keuangan yang tidak efisien, kekurangan inovasi, pemasaran online belum maksimal, manajemen waktu dan tidak memiliki izin,” katanya. (mir)





