POLITIKA

Tak Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Nasdem Sebut Bukan Berarti Oposisi 

0
×

Tak Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Nasdem Sebut Bukan Berarti Oposisi 

Sebarkan artikel ini
DAMPINGI— Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mendampingi Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri Penutupan Kongres III Partai NasDem di Jakarta, Selasa (27/8).

JAKARTA, METRO–Partai Nasdem telah memutuskan tidak akan masuk ke dalam kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pemerintahan 5 tahun mendatang. Namun, mereka menegaskan bahwa keputusan itu bukan berarti Partai Nasdem menjadi oposisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Nggak ada oposisi. Kita tetap dalam barisan pe­merintahan Pak Prabowo-Pak Gibran. Jadi kita men-support dan mendukung sepenuhnya apa yang men­jadi keputusan, kebijakan dan program pemerin­ta­han Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua Umum Partai Nas­dem Saan Mustopa di Kompleks Parlemen, Se­nayan, Jakarta, Senin (14/10).

Saan menjelaskan, sejak awal Partai Nasdem telah berkomitmen mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal itu ditandai dengan beberapa kali perte­muan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan presiden terpilih Prabowo Subianto. “Jadi soal dukungan terhadap pemerintah itu firm,” tegas Saan.

Baca Juga  Koalisi Masyarakat Sipil Luncurkan Platform kecuranganpemilu.com

Wakil Ketua MPR RI itu menyatakan, Partai Nasdem tahu diri untuk memprioritaskan partai politik pendu­kung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, yang dapat me­ngisi kursi kabinet.

“Ini soal etika aja dan kepantasan aja, Nasdem ini kan ketika Pilpres 2024, 14 Februari yang lalu, itu kan tidak memberikan dukungannya terhadap Pak Pra­bowo. Nah, karena itu secara etika tentu Nasdem istilah­nya tahu diri ya, bahwa dia memberikan kesempatan ba­gi partai-partai koalisi pendukung Pak Prabowo-Pak Gibran untuk mengisi komposisi di kabinet,” ucap Saan.

Baca Juga  Gugat Hasil Pemilu, THN Anies-Muhaimin Ingin Pemilu Ulang Tanpa Gibran

Saan menegaskan, itu hanya sebatas soal etika. Ia menegaskan, Partai Nasdem mendahulukan partai politik yang sejak awal telah mendukung Prabowo-Gibran.

“Jadi kita memberikan kesempatan terlebih dahulu lah ya kepada seluruh partai pendukung untuk mengisi pos-pos yang ada di kabinet. Jadi sekali lagi ini lebih kepada soal etika dan kepantasan aja, karena memang Nasdem bukan partai pendukung. Sehingga kalau misalnya Nasdem ribut soal kabinet, rasanya kurang pas lah kan gitu loh,” pungkas Saan. (jpg)