PADANG, METRO–Pilkada Padang memasuki fase krusial yaitu kampanye tiga pasangan calon yang menyebar di 11 kecamatan. Namun, bagi Direktur Utama Center for Education Training and Strategic Studies (Consist) Boy Hadi Kurniawan, pasangan Iqbal dan Amasrul dengan nomor urut 2 adalah kandidat yang tepat dan terbaik memimpin Kota Padang.
“Kami punya lima alasan kenapa warga Kota Padang harusnya memilih pasangan Iqbal dan Amasrul. Pertama, mereka adalah pelanjut kepemimpinan Wali Kota dua periode, Buya Mahyeldi di Kota Padang. Satu-satunya kandidat Wali Kota yang didukung langsung oleh Buya Mahyeldi dan sama-sama kader PKS,” katanya, Jumat (11/10).
Sehingga, sebut Boy Hadi, nantinya program kerja dan keberhasilan yang dahulu dilakukan semasa Mahyeldi bisa dilanjutkan oleh M Iqbal. Apalagi, M Iqbal juga seorang dai yang sering diundang mengisi khutbah, ceramah, training, seminar dan lainnya, baik di dalam maupun Luar negeri. Persis sama seperti Buya Mahyeldi.
“Kedua, tokoh dan jaringan nasional. Satu-satunya tokoh yang memiliki jaringan di tingkat nasional adalah Dr M Iqbal, sebagai Jubir PKS dan Jubir Timnas Amin yang sering tampil di stasiun TV nasional,” kata alumni Universitas Andalas (Unand) Padang ini.
Ketiga, sebut Boy, kemampuan memimpin dan akademis yang mumpuni dimiliki M Iqbal. Satu-satunya calon Wali Kota Padang yang bergelar Doktor (S3) jenjang pendidikan tertinggi di Indonesia, tamatan Universitas terbaik Malaysia (University Kebangsaan Malaysia).
“Dan satu-satunya kandidat Wali Kota yang bekerja sebagai dosen (pendidik) dan menjadi Rektor di SWiNS Jakarta. Iqbal juga seorang psikolog dan konselor keluarga yang perhatian terhadap persoalan keluarga dan generasi muda. Jadi, sangat amat cocok memimpin Kota Padang,” katanya.
Keempat, Iqbal adalah perantau Minang yang sukses menapak karir dari bawah dan peduli pada kampung halaman. Berasal dari keluarga sederhana, bukan anak orang kaya, yang mewarisi dari orang tuanya. “Ayah dan ibunya asli berasal dari Minang tepatnya Sungai Limau, Padang Pariaman yang mengadu nasib di rantau orang, Sumatra Utara (Sumut). Demikian juga dengan Iqbal, setelah sukses berkarir, tetap peduli pada kampung halaman. Bercita-cita untuk membangun Kota Padang dan Sumatra Barat umumnya,” katanya.
Kelima, katanya, berpengalaman. M Iqbal berpasangan dengan Amasrul, seorang putra Kota Padang dari Koto Tangah yang lama malang melintang di dunia birokrat, sebagai lurah, camat, Kepala Dinas dan sampai Sekda Kota Padang. Lanjut sebagai Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) di Pemprov Sumbar yang dipimpina Buya Mahyeldi sebagai Gubernur.
“Maka perpaduan dua kandidat ini saling melengkapi untuk memimpin Kota Padang ke depan. Seperti dahulu Pasangan Mahyeldi-Emzalmi perpaduan antara politisi dan birokrat senior. Dilengkapi oleh Doktor Iqbal dan Amasrul sebagai politisi, akademisi dan birokrat yang sukses,” katanya. (*)






