METRO PADANG

Direktur Consist Beber 5 Alasan Pilih Iqbal-Amasrul di Pilkada Padang

0
×

Direktur Consist Beber 5 Alasan Pilih Iqbal-Amasrul di Pilkada Padang

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Nomor Urut 1, M Iqbal dan Amasrul, saat bersama Calon Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi, beberapa waktu lalu.

PADANG, METRO–Pilkada Padang memasuki fase krusial yaitu kampanye tiga pasangan calon yang menyebar di 11 kecamatan. Namun, bagi Direktur Utama Center for Education Training and Strategic Studies (Consist) Boy Hadi Kurniawan, pa­sangan Iqbal dan Amasrul dengan nomor urut 2 adalah kandidat yang tepat dan terbaik  memimpin Kota Padang.

“Kami punya lima alasan kenapa warga Kota Padang harusnya memilih pasangan Iqbal dan Amas­rul. Pertama, mereka adalah pelanjut kepemimpinan Wali Kota dua periode, Buya Mahyeldi di Kota Padang. Satu-satunya kandidat Wali Kota yang didu­kung langsung oleh Buya Mahyeldi dan sama-sama kader PKS,” katanya, Jumat (11/10).

Sehingga, sebut Boy Hadi, nantinya program kerja dan keberhasilan yang dahulu dilakukan semasa Mahyeldi bisa dilanjutkan oleh M Iqbal. Apalagi, M Iqbal juga seorang dai yang sering diundang mengisi khutbah, ceramah, training, seminar dan lainnya, baik di dalam maupun Luar negeri. Persis sama seperti Buya Mahyeldi.

Baca Juga  UKS Berperan Penting dalam Melahirkan Generasi Emas, Harus Memiliki Inovasi dan Kreasi untuk Tingkatkan Kesadaran PHBS

“Kedua, tokoh dan jaringan nasional. Satu-satunya tokoh yang memiliki jaringan di tingkat nasional adalah Dr M Iqbal, sebagai Jubir PKS dan Jubir Timnas Amin yang sering tampil di stasiun TV nasional,” kata alumni Universitas Andalas (Unand) Pa­dang ini.

Ketiga, sebut Boy, kemampuan memimpin dan akademis yang mumpuni dimiliki M Iqbal. Satu-satunya calon Wali Kota Pa­dang yang bergelar Doktor (S3) jenjang pendidikan tertinggi di Indonesia, tamatan Universitas terbaik Ma­­lay­sia (University Ke­bang­­saan Malaysia).

“Dan satu-satunya kandidat Wali Kota yang bekerja sebagai dosen (pendidik) dan menjadi Rektor di SWiNS Jakarta. Iqbal juga seorang psikolog dan konselor keluarga yang perhatian terhadap persoalan keluarga dan generasi muda. Jadi, sangat amat cocok memimpin Ko­ta Padang,” katanya.

Keempat, Iqbal adalah perantau Minang yang suk­ses menapak karir dari bawah dan peduli pada kampung halaman. Berasal dari keluarga sederhana, bukan anak orang kaya, yang mewarisi dari orang tuanya. “Ayah dan ibunya asli berasal dari Minang tepatnya Sungai Limau, Padang Pariaman yang mengadu nasib di rantau orang, Sumatra Utara (Su­mut). Demikian juga dengan Iqbal, setelah sukses berkarir, tetap peduli pada kampung halaman. Bercita-cita untuk membangun Kota Padang dan Sumatra Barat umumnya,” katanya.

Baca Juga  Pengurus Koperbam Bagikan SK Kepala Regu Kerja, 200 Orang Anggota Lansia Terancam

Kelima, katanya,  berpengalaman. M Iqbal berpasangan dengan Amas­rul, seorang putra Kota Padang dari Koto Tangah yang lama malang melintang di dunia birokrat, sebagai lurah, camat, Kepala Dinas dan sampai Sekda Kota Padang. Lanjut sebagai Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Masyara­kat dan Desa (PMD) di Pemprov Sumbar yang dipimpina Buya Mahyeldi sebagai Gubernur.

“Maka perpaduan dua kandidat ini saling melengkapi untuk memimpin Kota Padang ke depan. Seperti dahulu Pasangan Mahyeldi-Emzalmi perpaduan antara politisi dan birokrat senior. Dilengkapi oleh Doktor Iqbal dan Amas­rul sebagai politisi, akademisi dan birokrat yang sukses,” katanya. (*)