METRO PADANG

Andre Rosiade: Hutama Karya “Pemenang” Tender Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik

0
×

Andre Rosiade: Hutama Karya “Pemenang” Tender Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Fraksi partai Gerindra.

JAKARTA, METRO–Anggota DPR RI asal Su­matra Barat (Sumbar) H Andre Rosiade kembali memberikan kabar terbaru terkait pem­ba­ngunan fly over Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok. Senin (7/10), Andre menye­butkan, sesuai janjinya, pem­bangunan fly over yang sangat dinantikan itu tinggal me­nunggu waktu saja.

“Masyarakat Sumbar yang saya cintai, saya Andre Ro­siade, anggota DPR RI dari Frak­si partai Gerindra. Partainya Pak Prabowo Subianto, Presiden terpilih Republik Indonesia 2024-2029. Hari ini, 7 Oktober 2024, sesuai janji saya be­berapa hari yang lalu akan memberikan kabar gem­bira kepada masyarakat Sumatra Barat terkait fly over Sitinjau Lauik,” kata Andre Rosiade.

Andre Rosiade mengatakan, dari aksi nyata dari kerja nyata, bukan dari kabar semriwing ataupun omon-omon, bahwa Senin 7 Oktober, Alhamdulillah, berita acara hasil negosiasi antara PT Hutama Karya (HK) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) su­dah ditandatangani.

“Berarti dalam tanda kutip, PT Hutama Karya sudah dinyatakan sebagai ‘pemenang’ oleh Kementerian PUPR untuk melaksanakan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) pembanguan fly over. Masih ada satu ta­ha­pan lagi, yakni review yang akan dilakukan BPKP. Membutuhkan waktu 4-5 ha­ri kerja. Setelah itu barulah pemenang resmi diumumkan dan proses penandatanganan kontrak dilakukan,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra MPR ini.

Kata Andre, dengan adanya penandatanganan berita acara negosiasi, ini menunjukkan HK sudah dinyatakan pemenang lelang KPBU ini. “Inilah hasil kerja keras kita selama ini. Ini kerja nyata. Ini informasi yang nyata, bukan kabar semriwing, seperti yang pernah dibicarakan pihak tertentu yang tidak yakin ini bisa terwujud. Tapi, Alhamdulillah berkat kerja keras dan kerja sama, bisa terlaksana,” kata Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

Andre berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang telah mendukung program ini. “Terima kasih Pak Basuki, Menteri PUPR yang telah memberikan dukungan. Bapak Erick Thohir, Menteri BUMN yang juga memberikan dukungan pe­nuh,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar.

Selain itu, kata Andre, juga terima kasih atas andil mantan Dirjen Pem­­biaya­an Infrastruktur Herry TZ yang terus memberikan percepatan proses. Mantan Dirjen Bina Marga He­dy Rahadian dan juga Dir­jen Bina Marga yang se­karang Rah­­man Arif. Juga Dirjen Pembiyaan Infrastruktur yang sekarang Triono Ju­noa­smono atau yang ak­rab disapa Yongki.

“Alhamdulillah, sekali lagi kerja keras kita bisa berhasil. Kami tidak lupa kepada Kementerian Ke­uangan, Bu Menteri Keuangan Sri Mulyani dan para Dirjen yang sudah menyetujui program ini. Pastinya kolaborasi dengan Pemprov Sumbar melalui Gu­ber­nur Mahyeldi yang mem­­berikan dukungan dan juga membantu percepatan dokumen-dokumen yang dibutuhkan,” kata Andre Rosiade.

Sekali lagi, kata Andre, ini kabar baik untuk Provinsi Sumbar, bagi warga Sumbar. Mudah-mudahan setelah kepastian Pembangunan fly over Sitinjau Lauik, sesuai janji Andre akan langsung mengawal agar lelang dini Jalan Air Dingin di Solok menuju Solok Selatan bisa segera terwujud. Apakah pada Oktober atau November 2024.

“Insya Allah kami sebagai wakil rakyat yang mewakili Sumbar, terus bekerja keras memenuhi harapan Masyarakat. Terima kasih dari kami Andre Rosiade, Fraksi Partai Gerindra, partainya Pak Prabowo. Kami akan terus bekerja dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat Sumbar,” tutup Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Diketahui, proyek KPBU Flyover Sitinjau Lauik me­ru­pakan proyek atas pra­karsa badan usaha (unsoli­cited) yang mempunya nilai investasi Rp 2,824 triliun dengan panjang jalan 2,781 KM dan masa konsesi selama 12,5 tahun. Skema pengembalian investasi yang digunakan pada proyek ini berupa pembayaran Availability Payment (AP) dari pemerintah kepada badan usaha, dan memasuki tahap lelang pada akhir Kuartal 1 Tahun 2024. (*)