PARIAMAN, METRO – Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Pariaman Andy Frenky menyatakan Kota Pariaman adalah kota yang ramai, banyak iven yang digelar, suatu langkah positif dan bakal memperlancar daya tarik untuk orang berinvestasi ke kota ini. Kita terus melangkah untuk menggaet investor berinvestasi di Kota Pariaman ini.
“Peluang investasi di Kota Pariaman memiliki prospek yang menjanjikan. Adapun hal yang menguntungkan adalah wilayah pesisir pantai yang terbentang luas diwilayah Kota Pariaman yang telah membranding sebagai daerah tujuan wisata,” kata Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Pariaman Andy Frenky, kemarin.
Katanya, terkait dengan investor, Kota Pariaman sangat gencar menggaet berbagai investor di seluruh indonesia, investasi properti terus berkembang, begitupun perhotelan juga demikian.
Tercatat pada tahun lalu, target investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI untuk Kota Pariaman tahun 2018 Rp.21,4 milyar dengan realisasi sekitar Rp.41,7 milyar.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2019 ini ada sekitar lima investor yang rencananya akan berinvestasi di Kota Pariaman. Masing-masing investor tersebut merupakan pemilik hotel ternama di Indonesia.
5 investor tersebut berasal dari pemilik Hotel Bandung, Aviari Hotel Batam, DPD REI Pekanbaru dan dua lagi investor dari Jakarta yang semuanya berbentuk investasi perhotelan.
Terkait upaya untuk menggaet investor tersebut, kami telah melakukan upaya promosi berupa pembuatan buku dan cd mengenai apa saja peluang-peluang investasi yang ada di Kota Pariaman ini. Adapun peluang investasi tersebut terdiri dari sektor pertanian, perdagangan maupun pariwisata.
”Untuk upaya menggaet investor, kami juga telah melakukan kunjungan secara langsung kepada calon investor yang akan berinvestasi di Kota Pariaman. Salah satunya dengan mengikuti pameran investasi di tingkat kota, provinsi maupun pusat,” tambahnya.
Pada tahun 2018 Kota Pariaman juga telah menjalin kerjasama dengan salahsatu investor asal Kota Pariaman Rina Artati. Rina Artati merupakan salah seorang investor yang berencana membangun JM Water Park atau taman bermain air di Desa Taluak Kecamatan Pariaman Selatan.
Beberapa wahana yang akan dibangun seperti kolam renang, tempat kuliner, tempat ibadah, ruang pertemuan dua lantai, jembatan penghubung, serta penanaman pohon untuk penghijauan. Semua masih dalam proses perencanaan dan menunggu realisasi.
Andy juga menambahkan bahwa wako pariaman pernah mengatakan bahwa ia berencana ingin membangun hotel berbintang 4 di Kota Pariaman. Hal tersebut tentu sangat baik, mengingat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman tiap tahunnya terus meningkat.
Dari pembangunan hotel berbintang 4 tersebut akan menggaet investor yang sebelumnya pada tahun 2018 telah berkunjung ke Kota Pariaman untuk mensurvey lokasi yang dianggap strategis.
Hotel ini nantinya akan dibangun disekitar pesisir pantai sunur dan pauh pariaman dengan kapasitas 1000 kamar, mengusung inovasi yang pastinya bertaraf internasional sesuai standar hotel bintang 4 pada umumnya. Dengan adanya hotel ini diharapkan akan menambah jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kota Pariaman.
Selain itu, disisi lain investasi properti yang terus berkembang, investasi perhotelan juga demikian. Namun dampak yang paling dirasakan dari ramainya kunjungan orang ke Kota Pariaman adalah makin menggeliatnya Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM).
Jadi, investasi itu tidak hanya pembangunan hotel besar megah dan mewah saja, tentunya geliat IKM juga sebuah investasi bagi Kota Pariaman.
Selain IKM menggeliat, usaha kuliner juga tumbuh. Semua kegiatan tersebut merupakan investasi di kota ini dan jelas dapat pula mendukung lajunya pariwisata di Kota Pariaman,” tandasnya.(efa)





