PDG. PANJANG, METRO–Membanggakan, 29 orang lanjut usia (lansia) Kota Padang Panjang ikuti wisuda perdananya dari Sekolah Lansia Tageh Kelurahan Ekor Lubuk, yang berlangsung di Pandopo Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (8/10). Para lansia ini diwisuda setelah berhasil menyelesaikan sekolah program dari Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA). Sekolah lansia kota pertama yang hadir di Ekor Lubuk sejak April 2024 lalu.
Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, David Arga, MH mengapresiasi semangat para peserta wisuda yang tetap antusias menuntut ilmu meskipun sudah lanjut usia. “Meskipun usia senja, tapi tetap harus semangat untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat,” ujar David.
Ia juga mengapresiasi Sekolah Lansia Tageh karena bisa mewisuda 29 peserta yang bisa mengikuti seluruh program yang ada di sekolah ini.
“Dengan adanya sekolah lansia ini, lansia di Padang Panjang jadi tetap produktif meskipun usianya sudah tidak muda lagi dan bisa juga disebut dengan lansia tangguh. Semoga komitmen sekolah lansia ini ke depan semakin meningkat dan bagus,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota, Dr. Winarno, ME menjelaskan, jumlah siswa di sekolah ini 35 orang, berusia rata-rata 60-83 tahun. Ini merupakan sekolah lansia kota pertama yang ada di Sumbar.
“Kurang lebih sudah lima bulan para lansia kita mengikuti semua program yang ada di sekolah ini. Sungguh perjuangan yang luar biasa. Sekolah Lansia Tageh sangat membanggakan, pertama yang mewisuda muridnya,” kata Winarno.
Para lansia mengikuti sebanyak 10 kali pertemuan dengan berbagai materi dan narasumber terkait 7 Dimensi Lansia Tangguh. “Semoga apa yang disampaikan, diajarkan oleh narasumber kita betul-betul memberi manfaat dalam menjalani masa tua. Sehingga tetap menjadi manusia yang tangguh, mandiri, sejahtera, berdaya dan produktif,” tutupnya.
Jufriati (68), salah seorang wisudawati menyatakan perasaan bahagianya karena bisa merasakan momentum wisuda menggunakan pakaian lengkap dengan toga di atas kepala. “Saya sangat terharu bisa wisuda hari ini. Walaupun saya hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar, Saya bisa menjadi seorang wisudawan di Sekolah Lansia Tageh ini. Adanya sekolah ini juga menjadi tempat saya berkumpul dengan teman-teman, menghilangkan suntuk, dan menjauhkan diri dari berpikir berat,” akunya.
Ia juga bercerita tentang kegiatan selama bersekolah. Para lansia difasilitasi dengan baik. Mulai dari antar-jemput, dan diberikan materi belajar tentang penguatan 7 Dimensi Lansia Tangguh.
Materi yang diberikan mencakup pencegahan kepikunan, cara menjaga kesehatan diusia tua, hingga materi keagamaan. Jufriati merasa sangat bersyukur bisa berkumpul dengan para lansia lainnya dan belajar bersama.
Apresiasi penuh turut disampaikan Lismegawati (41). Sebagai anak, ia sangat mendukung setiap kegiatan yang membawa manfaat bagi ibunya. “Saya senang melihat ibu bisa wisuda di Sekolah Lansia Tageh. Apalagi, ia sangat bersemangat dan aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Melihat ibu berinteraksi dengan teman-teman sebayanya dan terus belajar membuat kami semakin bangga. Kami sebagai anak mendukung apapun yang dilakukan, asalkan ibu senang, kami pun turut bahagia,” ungkapnya.
Jufriati berharap dengan adanya program sekolah lansia ini, para orang tua di Padang Panjang bisa mendapatkan ilmu yang berguna untuk hari tua, mengisi waktu luang, dan menjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan sesama lansia, sehingga mereka dapat menikmati masa tua yang lebih bermakna dan bahagia. (rmd)





