METRO PESISIR

Ponpes Nurul Yaqin Layak Dikunjungi Petinggi Negara, Lulusan jadi Rebutan Berbagai Daerah

0
×

Ponpes Nurul Yaqin Layak Dikunjungi Petinggi Negara, Lulusan jadi Rebutan Berbagai Daerah

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan Ponpes Nurul Yaqin layak dikunjungi para petinggi negara, karena Ponpes Nurul Yaqin adalah Ponpes yang banyak menghasilkan lulusan santri yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Buktinya, untuk qori’ dan qori’ah, santri Nurul Yaqin jadi rebutan dari berbagai daerah dalam Provinsi Sumatera Barat,” kata Ali Mukhni, kemarin.
Kenapa tidak, katanya, para santri Nurul Yaqin sering menjuarai berbagai perlombaan MTQ dan kegiatan pesantren lainnya di Kabupaten Padangpariaman dan Sumatera Barat. Selain itu, alumninya banyak yang melanjutkan ke Timur Tengah, perguruan tinggi negeri baik di Sumatera maupun Jawa, tingkat S1, S2 bahkan S3 (doktor). Kiprah alumni Nurul Yaqin tidak saja dibidang pendidikan pondok pesantren, tapi juga merambah ke berbagai bidang keahlian di tengah masyarakat, kata Asraful Anam.
Jadi kunjungan dua Jenderal bintang 4 yang berasal dari institusi TNI dan Polri kunjungi Ponpes Nurul Yaqin Korong Ringan-Ringan Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung sangat penting, karena dapat memotivasi para santri.
Lihat sekarang katanya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Institusi Polri Kapolri Jendral M. Tito Karnafian. Apalagi kunjungan ini dalam rangka silaturrahmi sekaligus tabligh akbar dan pidato kebangsaan yang disampaikan oleh Panglima TNI.
Selain kedua Jendral tersebut, hadir juga Ketua Umum Majelis Dzikir Hubbul Wathan KH Musthofa Aqil Siradj, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Syekh Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Basa, Ketua Yayasan Nurul Yaqin Idarusalam Tuanku Sutan.
Hadi Tjahyanto saat itu menyampaikan, tanpa kehadiran ulama dan santri yang dididik di pondok pesantren, umat bisa kehilangan arah dalam hidupnya.
“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pesantren diminta untuk terus memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Ulama terus sebagai junjungan tinggi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Disampaikan, tanpa pesantren, tidak ada manusia berpengetahuan yang unggul, cerdas, berkualitas dan memiliki pemahaman keagamaan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya bersama Kapolri berkeliling Indonesia untuk memastikan keamanan NKRI. TNI dan Polri bergandengan, Ini membuktikan bahwa Indonesia masih aman,” ujarnya.
Dikatakan, betapa luasnya NKRI ini. Dua pertiga wilayahnya laut. Memiliki banyak bahasa, suku, pulau, agama yang berbeda. Ada Sunda, Jawa, Bugis, Padang (Minang), Papua dan seterusnya. Berbeda-beda itulah Indonesia. Pesantren berperan penting menjaga NKRI agar tetap utuh.
Panglima Hadi juga mengungkapkan, Indonesia memiliki orang-orang hebat. Ada anak bangsa Indonesia yang meraih juara olimpiade matematika tingkat dunia. Indonesia juga mampu meraih juara olimpiade bidang fisika, kimia di dunia. Mereka berhasil karena mampu mendisiplilkan dirinya. Kunci sukses tersebut adalah disiplin diri.
“Di pondok pesantren santri sudah diajar dan dilatih disiplin. Sama seperti di TNI dan Polri. TNI dan Polri disiplin kapan harus tidur dengan bunyi terompet, bangun sebelum subuh dibunyikan terompet. Hal yang sama santri pun mengalaminya di pesantren. Tidur diatur, bangun pun diatur. Semua disiplin. Pola pendidikannya sama persis dengan TNI dan Polri. Itulah keberhasilan pondok pesantren membina santrinya menjadi pemimpin masa depan. Sekarang system pendidikan pesantren mulai dicontoh dengan pola boarding school,” kata Hadi.
Panglima Hadi juga minta santri agar mampu menyaring informasi melalui media (social) yang sengaja memecah belah bangsa Indonesia. Untuk itu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus terus dijaga serta diperkuat. (efa)

Baca Juga  LPSK Gelar Sosialisasi Urgensi Perlindungan Saksi dan Korban Tindak Pidana