BERITA UTAMA

17 Personel Disidang Gegara Melanggar saat Amankan Pelaku Tawuran, Kompolnas Apresiasi Polda Sumbar dalam Menegakkan Etik Profesi

0
×

17 Personel Disidang Gegara Melanggar saat Amankan Pelaku Tawuran, Kompolnas Apresiasi Polda Sumbar dalam Menegakkan Etik Profesi

Sebarkan artikel ini
SIDANG— Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto usai menyaksikan langsung sidang etik 17 personel Polda Sumbar yang diduga melanggar saat mengamankan pelaku tawuran.

PADANG, METRO–Komisi Kepolisian Nasional (Kom­polnas) memberikan apresiasi kepa­da Polda Sumbar atas pena­nganan kasus dugaan pelanggaran maupun penyalahgunaan wewe­nang oleh 17 personelnya dalam pembubaran aksi tawuran di ka­wasan Kuranji, Kota Padang, pada 9 Juni 2024 lalu.

Hal itu disampaikan Ke­tua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto. Menurunya, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan Kompolnas, menunjukkan bahwa penanganan kasus tersebut dilakukan secara transparan dan profesional.

“Kehadiran kami ke sini adalah dalam rangka supervisi jalannya persidangan untuk anggota. Berikutnya kami melihat langsung transparansi hadir dari KPAI, LPSK, Ombudsman RI, YLBHI hadir, kemudian kami dari Kompolnas hadir,” ungkap Benny Mamoto, Jumat (4/10).

Dijelaskan Benny, para saksi yang dihadirkan da­lam proses ini adalah anak-anak, dan cara jajaran Komisi sidang memperlakukan mereka dengan baik dan patut mendapatkan apresiasi.

“Nah disitu kami melihat cara jajaran komisi bertanya kepada para saksi ini bagus karena menempatkan saksi ini sebagai anak, dengan menyebut nama adik-adik, anak-anakku, ini bagus,” terangnya.

Lanjutnya, proses ter­sebut menunjukkan sikap terbuka kepada anak-anak sebagai saksi yang dengan berani mengidentifikasi pelaku di depan sidang, menjadi bukti dari praktik pengadilan etik kepolisian yang mendukung keberanian dan keterbukaan.

Selain itu, Benny Mamoto juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sumbar dan jajarannya atas upaya pengungkapan kasus pembunuhan Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan yang menjadi sorotan publik.

“Kami dari Kompolnas datang ke sini tentu ingin menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Kapolda atas prestasi yang dicapai dengan meng­ung­kap kasus pembunuhan gadis penjual gorengan Nia Kurnia Sari yang menjadi atensi publik, dengan kerja keras akhirnya kasus itu bisa diungkap, dan tentunya kita semua berharap nanti dapat hukuman seberat beratnya,” tutupnya. (rgr)