METRO PADANG

Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami masih Rendah

1
×

Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami masih Rendah

Sebarkan artikel ini
SIMULASI GEMPA DI SEKOLAH— Ratusan siswa dan siswi SDN 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo bersama majelis guru, melakukan simulasi gempa dan tsunami di halaman sekolah, saat peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2024, Senin (30/9) lalu.

AIAPACAH, METRO–Kesiapsiagaan warga Kota Pa­dang dalam menghadapi bencana, terutama gempa dan tsunami, masih terbilang minim. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengajak seluruh masya­rakat untuk lebih meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana.

“15 tahun telah berlalu sejak gempa besar yang melanda Pa­ dang pada 30 September 2009. Namun, kesiapsiagaan bencana warga kita masih rendah,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang, Edi Hasymi, di Kota Padang, kemarin.

Edi menyebutkan bah­wa dari 250 ribu kepala ke­luarga (KK) di Kota Padang, hanya sekitar 20-30 persen yang dinilai siap meng­hadapi gem­pa dan tsunami. Angka ini pun masih perlu ditinjau kembali un­tuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Baca Juga  Andre Rosiade Minta Menag Tarik Pernyataan Gaduh soal Gonggongan Anjing

“Kesiapsiagaan ben­cana harus dipupuk sejak usia dini. Pendidikan me­ngenai cara menyela­mat­kan diri saat terjadi gempa dan tsunami sebaiknya dimulai dari jenjang taman kanak-kanak,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa pada saat bencana, kemampuan untuk me­nye­lamatkan diri sendiri ada­lah hal yang paling penting. Oleh karena itu, penge­tahuan tentang langkah penyelamatan diri harus dimiliki setiap orang agar bisa bertindak cepat dan tepat ketika terjadi ben­cana.

Edi menjelaskan bahwa Pemkot Padang terus be­rupaya memberikan edu­kasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masya­rakat. Namun, ia mengakui bahwa upaya tersebut be­lum berjalan optimal kare­na berbagai kendala, ter­masuk pandemi Covid-19 yang sempat menghambat aktivitas sosialisasi.

Baca Juga  Jawab Tantangan Pembangunan Kependudukan, Pemprov Sumbar Tinjau Kembali GDPK Masa 2019–2039

“Kami berharap mitra-mitra pemerintah, ter­ma­suk yayasan sekolah, da­pat secara rutin mem­beri­kan pemahaman dan me­ngadakan simulasi kepada warga sekolah. Dengan demikian, warga Kota Pa­dang dapat lebih siap da­lam menghadapi bencana, terutama gempa dan tsunami,” tutupnya. (brm)