METRO PADANG

Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Puluhan Anak TK Berhamburan Keluar Kelas Selamatkan Diri

0
×

Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Puluhan Anak TK Berhamburan Keluar Kelas Selamatkan Diri

Sebarkan artikel ini
SIMULASI— Puluhan anak TK Melati Ikhlas Kelurahan Lapai, Kecamatan Nanggalo mengikuti simulasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana, Senin (23/9).

LAPAI, METRO–Puluhan anak Taman Kanak- Kanak (TK) Melati Ikhlas Kelurahan Lapai, Kecamatan Nanggalo ber­gegas berlindung dibawah meja saat sirine berbunyi. Setelah getaran dan gun­cangan usai mereka ber­hamburan keluar ruangan dengan rasa cemas dan panik menuju titik kumpul untuk menyelamatkan diri.

Hal tersebut merupakan bagian ske­nario dari ancaman potensi bencana alam megathrust Men­tawai dan penguatan kesiapsiagaan bencana, Senin (23/9).

Sekretaris BPBD, Robert Candra Eka Putra menjelaskan bencana bukan untuk ditakuti, selain itu bencana bisa dikenali untuk diketahui karakternya agar tahu upaya apa yang dilakukan.

“Isu megathrust bukanlah hal yang baru, tetapi ada sejak lama, Kota Pa­dang pernah diguncang gempa dan tsunami. Pasca gempa 2009 isu megthrust telah berkembang ditambah dengan kemajuan teknologi, sehingga isu megathrust ini membuat masyarakat panik dan khawatir,” terangnya.

Baca Juga  4 Ribu Ha Lahan selalu Terendam Banjir, Isril: Saluran Drainase harus Diperlebar

Dikatakannya, datangnya tsunami dapat diketa­hui tandanya seperti gem­pa dengan berkekuatan besar dengan durasi lebih dari 30 detik, pusat gempa laut, air laut men­dadak surut, pohon tumbang, runtuhnya rumah atau gedung, perubahan prilaku hewan.

“Saat terjadi gempa berusahalah tenang dan lindungi diri dari jatuhan barang (drop, cover dan hold on), tetap di ruangan selama guncangan, jangan gunakan lift, cari area terbuka, berhenti mengendarai, antisipasi gempa susulan, waspada ancaman tsunami, pantau info terbaru dan berdoa,” jelasnya.

Baca Juga  Smapsic XIX dan Junior XV di SMAN 1 Padang, Asah Kemampuan Kognitif Siswa dan Mental Kompetitif

Ia juga menambahkan, Padang mempunyai 25 mar­kah blue line tsunami, jika bencana terjadi, segera me­ng­ungsi ke tempat aman tersebut dan ambil action ke arah timur

“Satuan pendidikan ha­rus mempunyai SOP da­lam menghadapi bencana, selain itu harus membentuk tim SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang merupakan per­wa­­kilan war­ga sekolah yang men­dapatkan pelatihan terkait pengurangan risiko bencana,” tutupnya.

Salah seorang wali murid, Nurmiati yang turut mendampingi anaknya meng­apresiasi simulasi evakuasi bencana dengan BPBD Kota Padang, menurutnya langkah ini sebagai bentuk mempersiapkan diri ketika bencana terjadi.

“Dengan simulasi ini kita berharap anak-anak dapat memperoleh ilmu terkait kesiapsiagaan ben­cana,”harapnya. (brm)