BERITA UTAMA

Atasi Persoalan Stunting, Pemko Padang Galakan Program ISPS dan PMT Bagi Anak Terdampak

0
×

Atasi Persoalan Stunting, Pemko Padang Galakan Program ISPS dan PMT Bagi Anak Terdampak

Sebarkan artikel ini
Pj Walikota Padang, Andree Algamar di dampingi Pj ketua tim penggerak PKK Kota Padang, Ny. Vanny Algamar saat melaunching program inovasi pelayanan anak terintegrasi.

STUNTING adalah kon­­disi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusia­nya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbu­han pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertum­bu­han anak.

Di Kota Padang saat ini, berdasarkan data Elek­tronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGM) per 5 Juli 2024, ditemukan 1.569 anak yang mengalami stunting.

Pemerintah Kota (Pem­ko) Padang tentunya tidak membiarkan hal itu terus berlanjut, Pemko Padang tentu mengambil tindakan serta kebijakan-kebijakan untuk mengatasi persoa­lan tersebut. Salah satu­nya adalah Intervensi Se­rentak Penurunan Stunting (ISPS). Dimana dalam kegiatan tersebut melaku­kan pengukuran terhadap 58.515 balita.

Kepala Dinas Keseha­tan (Dinkes) Kota Padang, Srikurnia Yati, mengata­kan dalam gerakan ISPS tersebut, dilakukan pen­de­teksian tumbuh kem­bang anak dan selanjut­nya akan dilakukan Pem­berian Makanan Tamba­han (PMT) bagi anak yang terdampak stunting.

“Pemko Padang ten­tunya tidak akan mem­biarkan anak stunting di Kota Padang. Kita sudah melakukan deteksi tum­buh kembang anak dan PMT bagi anak yang stunting,” jelasnya, Senin, (23/9).

Semua anak stunting sudah dilakukan pe­me­riksaan tumbuh kembang­nya. Hingga saat ini ter­dap­at 73 anak yang sudah dirujuk ke RSUD dr. Rasi­din, 193 anak sudah mene­rima bantuan Baznas beru­pa susu yang direkome­dasikan dokter spesialis anak.

Dilanjutkan Srikurnia Yati, dengan intervensi yang dilakukan, tentunya menjadi bahan untuk eva­lua­si. Dan dia berharap kasus stunting menurun. Pihaknya juga akan lebih intens lagi dalam mela­kukan pengawasan terha­dap ibu hamil.

“Kita juga kita tetap melakukan pengawasan bagi ibu hamil. Sampai bulan Juni ini terdapat kurang lebih 8.700 ibu hamil, 900 di antaranya ada yang mengalami anemia,” tambahnya.

Dikatakannya, pihak­nya akan terus melakukan pendampingan bersama kader, agar ibu yang anemia dan mengalami Keku­rangan Energi Kronis (KEK) tidak melahirkan anak yang stunting.

Tercatat, sebaran data stunting di 11 kecamatan di Kota Padang yakni Ke­ca­matan Koto Tangah ter­dapat 565 anak stunting, Bungus 43, Kuranji 114, Lubuk Begalung 109, Lu­buk Kilangan 114, Naggalo 44, Padang Barat 60, Pa­dang Selatan 131, Padang Timur 134, Padang Utara 63, Pauh 192 anak.

Selain gerakan ISPS tersebut, Pemko Padang juga bertekad menurun­kan angka stunting mela­lui peningkatan capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi, dan per­ce­patan penghapusan ke­mis­kinan ekstrim.

Saat ini, IDL di Kota Padang baru mencapai 25.29 persen atau 4.100 jiwa. Tentunya percepatan akan terus di­lakukan untuk capaian imu­nisasi kepada seluruh bayi di Kota Pa­dang.

“Agar IDL ini dapat ter­capai perlu membangun komitmen ber­­sama de­ngan seluruh OPD terkait. Mulai dari ting­kat kota hing­ga kelurahan untuk sama-sama membe­rikan edukasi dan pema­haman kepada masyara­kat, agar anaknya mau melaku­kan imu­­ni­sa­si,” ucap Sri­kur­nia Yati.

Kemudian untuk peng­ha­­pusan ang­ka kemis­kinan ekstrim, se­suai Ins­truk­si Presi­den (In­pres) Nomor 4 Ta­hun 2022 Ten­tang Per­ce­pa­tan Peng­ha­pu­san Ke­mis­kinan Eks­trem, Peme­rin­­tah Kota Padang me­nar­­get­kan angka kemiski­nan ekstrim di Kota Pa­dang dapat mencapai nol per­sen pada akhir 2024 ini.

Berdasarkan data Pen­sasaran Percepatan Peng­ha­pusan Kemiskinan Eks­trem (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pem­bangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, angka kemis­kinan di Kota Padang se­besar 0,15 persen atau 1.490 jiwa.

Dari data tersebut, Pem­ko Padang akan melakukan validasi dan verifikasi me­lalui pihak kelurahan, se­hingga bisa terlihat mana masyarakat yang masih be­rada pada kategori mis­kin ekstrim, mis­kin, atau sudah keluar dari ke­mis­kinan.

Selain Stun­ting, Pemko Pa­dang juga meng­gencar­kan program Pe­kan Imu­ni­sasi Na­sional (PIN) Polio. Program ini ber­tujuan untuk me­­lindungi anak-anak dari ancaman pe­nya­­­­kit polio yang dapat menyebabkan kelumpu­han permanen.

Pemko Padang me­nargetkan se­banyak 96.457 anak di Kota Pa­dang mengikuti program ini. PIN Polio me­rupakan tindak lanjut dari keja­dian luar biasa (KLB) yang ter­jadi di 7 provinsi di Indonesia.

“PIN Polio dilakukan be­rupa pembe­rian vaksin polio sebanyak dua tetes bagi anak usia 0-7 tahun. Vaksin polio diberikan secara gratis di setiap Pos PIN Polio yakni Posyandu, Rumah Sakit, Puskesmas hingga di PAUD, TK dan SD,” je­lasnya. (***)