PADANG, METRO–Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung, menghadiri penyambutan prajurit dari Batalyon Infanteri 133/Yuda Sakti, selesai melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan Papua (Indonesia) Papua Nugini.
Kegiatan penyambutan ini dilaksanakan Mako Yonif 133 Yuda Sakti Air Tawar Kota Padang, Selasa (17/9).
Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan bahwa luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, merupakan tanggung jawab bagi institusi sesuai ke matraan. Luas NKRI yang terbentang dari Barat ke Timur dan Utara ke Selatan, menjadikan tugas serta tanggung jawab yang harus di pikul oleh institusi Militer yang biasa berada di garis depan.
“Selamat dengan usainya menjalankan tugas yang sudah dijalankan dengan baik, demi NKRI,” ungkap Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Sarimpunan Tanjung.
Hadir dalam penyambutan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Forkompinda Provinsi Sumbar dan Kota Padang.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 395 Prajurit Yonif 133 Yudha Sakti Padang tiba di Pelabuhan Dumai, Minggu (15/9), usai menjalankan misi Satgas Pamtas RI PNG 2023. Kedatangan ratusan prajurit ini disambut langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigadir Jenderal TNI Wahyu Eko Purnomo.
Para prajurit kembali dengan menggunakan KRI Teluk Palu-523 yang bersandar pada pukul 11.00 WIB.
“Kalian telah berhasil menuntaskan tugas mulia ini dalam menjaga kedaulatan negara serta memberikan rasa aman bagi masyarakat wilayah operasi, Saya menyampaikan rasa bangga atas dedikasi, profesionalisme, dan semangat juang yang tinggi selama melaksanakan tugas di daerah operasi yang penuh dengan tantangan,” ujar Danrem.
Berdasarkan laporan yang diterima, Satgas Yonif 133/Yudha Sakti Satgas telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan sangat baik yakni mampu mencapai sejumlah penting, antara lain berhasil mengamankan dua pucuk senjata angin dan dua pucuk senjata api rakitan.
“Selain itu, melalui pendekatan secara humanis, salah satu anggota OPM menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI, dan Satgas Pamtas ini berhasil juga menggagalkan upaya pengibaran bendera Bintang Kejora, merupakan simbol separatisme,” ungkapnya. (ped)






