SUDIRMAN, METRO – Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Syufiarma Marsidin mengatakan, demo siswa SMA 5 Padang untuk menuntut kepala sekolahnya turun dari jabatannya merupakan wujud penyelesaian nonkovensional atau tidak mengikuti kesepakatan. Menurutnya, siswa melalukan pembicaraan terlebih dahulu untuk musyawarah.
Dia berpendapat, jika tidak menemukan jalan keluar, sehingga demo menjadi salah satu solusi. Menurut Syufiarma, aksi demontrasi yang dilakukan para siswa ini menunjukkan sekolah membutuhkan kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yang baik ini didasarkan pada pengaruh, bukan pada prinsip kekuatan atau kekuasaan.
”Artinya kepala sekolah ini pemimpin yang memiliki posisi penting di mata guru, siswa dan stakeholder lainnya. Maka keteladanan ini bisa dicapai dengan kharisma dan kemampuan kepala sekolah dalam berinteraksi dan komunikasi dengan baik,” ujar Syufiarma, Selasa (12/3) saat dihubungi.
Sama halnya dengan pemimpin umat, menurut Syufiarma lagi, kepala sekolah bisa menggerakkan potensi sekolahnya. Jika sudah memiliki potensi itu artinya dia tidak perlu menggunakan kekerasan fisik dalam mendidik peserta didiknya.
”Jadi demo siswa ini harus diperhatikan dari mana asal faktor penyebabnya. Bisa saja siswa demo secara murni karena ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Maka mereka (siswa) berpikir akan ada solusi dari tuntutan demo, dengan penggantian kepala sekolah,” tutur Syufiarma.
Oleh karena itu, Syufiarma menyarankan, kepala sekolah yang baru harus mampu menciptakan rekonsiliasi. Karena, sempat ada konflik dalam sekolah. Suasana kondusif harus diciptakan, sebab pembelajaran bisa berjalan lancar jika suasana sudah kondusif.
”Tugas dan wewenang kepala sekolah selama ini sudah ada regulasinya. Jadi meskipun sejak ditangani Pemprov Sumbar sekolah memiliki kewenangan sepenuhnya untuk manajemen,” ucap Syufiarma.
Syufiarma menambahkan, kepala sekolah harusnya mentaati berbagai aturan seperti pungutan yang bersifat sumbangan bukan tarikan. Sebab, posisi anggaran pendidikan saat ini tidak banyak. Maka kepala sekolah mendapat tekanan untuk memenuhi pembiayaan sekolah sehingga melanggar aturan.
”Jadi kepala sekolah memang harus mampu memenuhi pekerjaan meskipun dibawah tekanan,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMAN 5 Padang melakukan aksi demo menuntut kepala sekolahnya yang bernama Yenni Putri mundur dari jabatannya, Senin (11/3). Aksi demo yang berlangsung kondusif tersebut dilakukan usai dilaksanakannya upacara bendera di halaman sekolah SMAN 5 Padang yang beralamat di Jalan Raya Balai Baru Gunung Sarik, Kuranji. (mil)





