METRO PADANG

Sembilan SPBU Nakal Ditutup, Narotama: Ada juga Milik Pengurus Hiswana Migas

0
×

Sembilan SPBU Nakal Ditutup, Narotama: Ada juga Milik Pengurus Hiswana Migas

Sebarkan artikel ini
2 2
SILATURAHMI— Sales Area Manager Pertamina Sumbar Narotama, melakukan saat silaturahmi dan sosialisasi dengan PWI Sumbar, di Sekretariat PWI Sumbar, Selasa (10/9). Silaturahmi yang juga dihadiri Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi, Ketua JPS Sumbar Adrian Tuswandi itu, dimoderatori Ketua PWI Sumbar Widya Navies.

PADANG, METRO–Pertamina Sumbar siap mem­beri­kan tindakan tegas kepada pihak SPBU-SPBU ’nakal’ yang melakukan penye­le­wengan, baik penjualan maupun pe­nya­luran BBM.  Pertamina juga tidak segan mengambil sikap tegas dengan melakukan pemutusan hubungan usa­ha (PHU).

“SPBU nakal? Laporankan saja! Pertamina Sumbar akan memberikan tindakan. Selama tahun 2024 sudah sembilan SPBU ditutup. Penutupannya bervariasi, dua pekan hingga dua bulan,”  kata Sales Area Manager Pertamina Sumbar Narotama, saat silaturahmi dan sosialisasi dengan PWI Sumbar, di Sekretariat PWI Sumbar, Selasa (10/9), dimoderatori Ketua PWI Sumbar Widya Navies.

Dijelaskan Narotama, penutupan tersebut sebagai pemberian efek jera, sebab sehari saja ditutup, akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan pengelola SPBU.

Penutupan SPBU nakal, kata Narotama, tidak akan pandang bulu. Siapa yang tidak sesuai aturan, tindakan pasti diberikan. Termasuk ada diantaranya SPBU milik pengurus Hiswana Migas yang ditutup.

Perihal ditutupkan SPBU tersebut, kata Narotama, lantaran pengelola SPBU melanggar aturan, misalnya mengisi kenda­raan pelangsir BBM, mengisi derijen tanpa izin dan lain-lain.

Baca Juga  7.178 Anak Terdata Tidak Sekolah di Padang, Wawako: Seluruh Ketua RT/RW Harus Mendata Ulang

Kehadiran Narotama dan rombongan di PWI Sumbar, terkait dengan silaturrahmi serta sosialisasi Pertamina Sumbar terkait BBM Subsidi yang akan dibatasi per 1 Oktober.

BBM Subsidi 1 Oktober Dibatasi

Disisi lain, Narotama menyebutkan, pengetatan subsidi pertalite per 1 Oktober 2024 berangkat dari sukses bio solar.

Per-1 Oktober itu subsidi ketat Pertalite, tidak pembatasan dan merek serta cc kendaraan yang penting itu daftarkan QR Barcode. Pengetatan ini juga tidak ada pembatasan pertalite per liter kenda­raan per hari, tapi transaksinya di SPBU pakai QR.

Ketua PWI Sumbar Wi­dya Navies memantik soal konon kabarnya BBM Subsidi dibatasi per 1 Oktober. “Cara dan mekanismenya gimana, sementara kecendrungan konsumen adalah BBM murah karena disubsidi negara,” ujar Widya Na­vies di Kantor PWI Sum­bar Ja­lan Bgd Aziz Chan Padang.

Narotama bersama pe­ngu­rus Hiswana Migas Ujang K, menegaskan subsidi ketat pertalite.

“Kami berterima kasih, mestinya kami yang mengundang sahabat warta­wan, owner media dan pengrus organisasi pers jelang progeam nasional penge­ta­tan subsidi partalite,” ujar Narotama.

Baca Juga  Andre Rosiade: Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau dan Air Dingin Dikerjakan Pusat 2025

Pengetatan subsidi pertalite per 1 Oktober 2024 berangkat dari sukses bio solar.

“Pertamina operator yang ditugaskan oleh pemerintah, 1 Oktober itu subsidi ketat pertalite, tidak pembatasan dan merek serta cc kendaraan yang penting itu daftarkan QR Barcode nya, pengetatan ini juga tidak ada pembatasan pertalite per liter kendaraan per hari, tapi transaksinya di SPBU pakai QR,” ujar Narotama.

Untuk sukses ayo daf­tar QR, SAM Pertamina Sumbar bahkan siapkan help desk di 171 SPBU se Sumbar.

“Prinsipnya ayo daftar QR, bisa di rumah bisa di help desk kami di seluruh SPBU di Sumbar,” ujar Na­ro­tama.

Sementara untuk aplikasi MyPertamina itu aplikasi royalti untuk BBM non subsidi, sering menggu­na­kan ada give way. “Kini di MyPertamina ada fitur sub­sidi cpat, saay diklik ada QR ayo daftar,” ujar Naro.

Hadir dalam silaturahmi tersebut pengurus dan anggota PWI Sumbar, Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi, Ketua JPS Sumbar Adrian Tuswandi beserta anggota. (r)