METRO PADANG

Dirut PT Semen Padang Terima Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung Notopratomo

1
×

Dirut PT Semen Padang Terima Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung Notopratomo

Sebarkan artikel ini
GELAR KEHORMATAN— Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra menerima Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung Notopratomo dari Praja Mangku Alam Jogjakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aria (KGPAA) Mangku Alam II, saat pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW-MATRA Sumbar, di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (6/9) lalu.

PADANG, METRO —Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra menerima Gelar Ke­hor­matan Kanjeng Raden Tumenggung Notopratomo dari Praja Mang­ku Alam Jogjakarta, Kanjeng Gusti Pa­nge­ran Adipati Aria (KGPAA) Mangku Alam II.

Pemberian Gelar Ke­hor­­­matan itu dilakukaan saat pelantikan dan pengu­kuhan pengurus Dewan Pe­ngurus Wilayah Masya­ra­kat Adat Nu­santara (DPW-MATRA) Provinsi Sumatera Barat, di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (6/9).

Penganugerahan gelar kepada Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra bertujuan untuk pelestarian adat dan budaya nusantara.

Direktur Utama PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG mengaku terhormat dan bahagia di percaya mendapatkan gelar Kanjeng Raden Tumenggung Notopratomo (KRTN) oleh Praja Mang­kua­lam, Jogjakarta.

Baca Juga  Donor Darah HUT ke-66 Pengambilalihan Pabrik dari Belanda, PT Semen Padang Serahkan 429 Kantong Darah ke PMI

Ia berharap, dengan gelar yang diberikan bisa dapat melestarikan dan menyatukan adat Nusantara khususnya di Sumbar.

“Saya selaku Direktur Utama PT Semen Pdang mengucapkan terima ka­sih, gelar ini merupakan penghargaan yang luar biasa, sebagai Amanah untuk menyatukan Adat Nusantara khususnya di Sumbar,” kata dirut.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangku Alam II selaku Ke­tua Dewan Pendiri MA­TRA mengajak para pemangku adat dan tokoh-tokoh terpilih untuk membesarkan MATRA karena ini adalah tempat berkumpulnya pa­ra Raja dan Ketua Lembaga adat serta tokoh yang terus mendeklarasikan ketahanan adat budaya nasional agar terus kompak.

Baca Juga  Musrenbang RPJMD 2025-2045, Pembangunan 20 Tahun ke Depan Fokus Pengembangan Infrastruktur

“Kami berkumpul seka­li­gus mendeklarasikan ketahanan adat budaya nasional, supaya para raja dan ketua lembaga bisa kompak. Sehingga, jika ada hal-hal yang membuat kesulitan atau membahayakan negara, kami para raja akan bersikap,” tutur KGPAA Mangku Alam II. (ren/rel)