METRO SUMBAR

Pemko Padang Panjang Gelar Aksi ke-7 Konvergensi Penurunan Angka Stunting

0
×

Pemko Padang Panjang Gelar Aksi ke-7 Konvergensi Penurunan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
PUBLIKASI DATA STUNTING— Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya membuka kegiatan Diseminasi Hasil Pengukuran dan Publikasi Data Stunting di Hall Lantai III Balai Kota, Senin (9/9).

PDG. PANJANG, METRO–Guna mengetahui sebaran data stunting yang ada di Kota Padang Panjang, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) gelar Diseminasi Hasil Pe­ngukuran dan Publikasi Data Stunting di Hall Lantai III Balai Kota, Senin (9/9).

Diseminasi ini merupakan aksi ke-7 dari 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang dilaksanakan Pemko. Enam aksi lainnya sudah dilakukan secara bertahap dan nanti akan ada aksi kedelapan.

Kegiatan dibuka Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, dihadiri For­kopimda, staf ahli, kepala OPD, Pj Ketua TP-PKK Kota, Sri Hidayani Sonny, S.E.Ak, camat, lurah, PKB, TPPS dan tim pendamping keluarga.

Sonny menyampaikan, hingga saat ini Padang Panjang sudah melakukan enam aksi untuk menurunkan angka stunting, dan saat ini sudah sampai aksi ketujuh. Namun masih perlu adanya evaluasi dan beberapa gebrakan lainnya untuk mengatasi perma­salahan stunting, baik dari segi balita, ibu hamil dan gizi anak.

“Kita sudah sampai di tahap ini, namun secara data masih perlu dievaluasi lagi. Dari semua tahapan yang telah kita lakukan, baik itu dalam mendampingi calon pengantin, ibu hamil, gizi anak dan lainnya, usahakan setiap tahapan tercapai hingga 100 persen,” tegasnya.

Angka prevalensi stunting Padang Panjang cukup baik berdasarkan data e-PPBGM. Januari 2024 pada angka 13,71 persen, Agustus 2024 berada pada 10,57 persen.

Dari data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2021 angka stunting Padang Panjang 20 persen. Tahun 2022 pada angka 16,8 persen. Tahun 2023 pada 15,8 persen yang merupakan terendah ke-2 di Sumbar.

“Data yang digunakan secara nasional adalah data SKI. Jika kita mengacu pada data SKI, maka telah terjadi penurunan kasus stunting Padang Panjang sebanyak 1% dari 16,8% tahun 2022 menjadi 15,8% tahun 2023,” sampainya.

Capaian 2023 belum memenuhi target nasional 14 persen pada 2024. Sampai akhir 2024 ini prevalensi stunting seluruh daerah akan terus dievaluasi. Pa­dang Panjang masih perlu melakukan beberapa u­paya lagi, karena belum memenuhi target nasional, yang diperlukan aksi dan hasil dari kinerja yang telah dilakukan.

“Kerja kita belum selesai. Masih banyak yang perlu kita lakukan lagi untuk mencapai angka 14 persen ini. Apa kendala yang ada di lapangan segera laporkan. Satu tahun kita hanya bisa menurun­kan 1 persen, untuk itu perlu upaya kita dua kali lipat ditahun ini. Mari kita bahu-membahu menurunkan angka stunting. Ini tugas kita bersama,” pungkas­nya.

Sementara itu Kepala Dinkes, dr. Faizah me­nyampaikan, aksi ketujuh yang dilakukan ini sebagai upaya dalam menekan ang­ka stunting. Dinkes sebagai penanggung jawab aksi ketujuh ini.

“Aksi ketujuh inilah yang akan memperlihatkan sebaran data yang telah kita lakukan dari semua aksi,” sebutnya.

Berdasarkan data hasil evaluasi semester I Kemendagri untuk Kota Pa­dang Panjang, tambah Fai­zah, data catin masih berada diangka 63, 02 persen, pantauan balita 89,3, ibu hamil 58,1 persen, serta keluarga beresiko stunting 74,76 persen. (rmd)