Zinedine Zidane memutuskan kembali menjadi pelatih Real Madrid. Dia tak senang melihat kondisi Los Blancos saat ini.
Zidane memutuskan pergi meninggalkan Madrid setelah mempersembahkan sembilan trofi sejak 2016 sampai 2018, yang tiga di antaranya adalah gelar Liga Champions.
Selepas kepergian Zidane, Madrid terjun bebas. Julen Lopetegui selaku penerus Zidane bahkan dipecat setelah kalah dari Barcelona 1-5. Kursi kepelatihan kemudian beralih ke Santiago Solari. Kondisi El Real sempat oke, sebelum akhirnya kembali tersungkur.
Puncak keputusan Madrid untuk mendepak Solari setelah rangkaian tiga kekalahan beruntun di Bernabeu. Dua melawan Barcelona dan satu melawan Ajax Amsterdam. Melihat kondisi itu, Madrid tak berpikir panjang untuk kembali setelah mendapat tawaran. Dia siap untuk memperbaiki kinerja tim di 11 pertandingan sisa.
”Ketika Presiden (Florentino Perz) memanggil saya, saya tidak bisa mengatakan tidak. Saya tidak bisa mengatakan tidak,” kata Zidane dalam konferensi pers kedatangannya, Selasa (12/3) dinihari WIB.
”Saya tidak ragu untuk kembali sekarang daripada harus musim depan. Melihat pemain saya seperti itu, saya tidak senang melihat keadaannya,” lanjutnya.
Zidane mengaku punya beberapa tawaran dari klub lain. Tapi, dia masih belum ambil keputusan dan sampai akhirnya ada tawaran lagi dari Madrid. ”Saya sudah memiliki beberapa tawaran, tetapi saya tidak ingin pergi ke tim lain,” Zidane menegaskan.
Untuk diketahui, di setengah musim perdananya, Zidane sukses membawa Madrid finis posisi kedua di LaLiga dan meraih gelar Liga Champions ke-11 usai mengalahkan Atletico Madrid di final. Setelah itu, sisanya adalah sejarah untuk pelatih asal Prancis itu. Zidane merebut lagi dua gelar Liga Champions termasuk yang terakhir mengalahkan Liverpool Juni lalu. Dia jadi pelatih pertama yang mampu mempertahankan Si Kuping Besar untuk tiga musim beruntun ketika kompetisi memakai format baru.
Tak cuma membawa Madrid berjaya di Eropa, Zidane juga mempersembahkan gelar LaLiga pada 2016/2017 yang merupakan tahun terbaik dalam kariernya di klub itu. Di musim itu, Madrid jadi jawara Spanyol dan Eropa.
Sayang kebersamaan Zidane dan Madrid harus berakhir usai final di Kiev ketika mereka memutuskan untuk pisah jalan. Zidane mengaku ingin istirahat dulu usai 2,5 yang begitu intens sebagai pelatih Madrid. Meski ada rumor per pecahan dengan presiden Florentino Perez di balik keputusan Zidane cabut tersebut.
Saat itu Perez dikabarkan tak mau memenuhi permintaan pemain baru yang diajukan Zidane dan lebih memilih mendatangkan pemain muda untuk proyek masa depan. Jadilah Madrid kesulitan di musim terakhir Zidane meski berhasil juara Liga Champions.
Sementara, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sangat senang menyambut Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Los Blancos –julukan Madrid– hingga akhir musim 2018-2019, bahkan sampai 2022. Perez bahagia karena Zidane mau kembali ke Madrid, yang mana menandakan pelatih asal Prancis itu sangat mencintai klub tersebut.
”Dia (Zidane) memikul tanggung jawab yang besar di momen-momen yang sulit. Bila Anda (Zidane) di sini bersama kami, itu karena Anda sangat mencintai lambang klub ini,” kata Perez saat hadiri peresmian Zidane jadi pelatih Madrid kembali. (*/ren)





