PDG.PARIAMAN, METRO–Mobil pengangkut uang untuk pengisian mesin ATM BRI dirampok oleh komplotan besenjata api di depan Jaya Sentrikon Flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (27/8) sekitar pukul 02.30 WIB.
Mobil yang dirampok merupakan milik PT Bringin Gigantara yang dilaporkan sedang membawa uang sebesar Rp 5,6 miliar. Pascakejadian, Tim gabungan Polres Padangpariaman bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku perampokan itu.
Pada Selasa malam, mobil yang dipakai komplotan perampok itu berhasil diamankan oleh Polisi di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang dan selanjutnya dibawa menggunakan mobil towing ke Polres Padangpariaman. Sedangkan tersangka pelaku, masih dalam pengejaran tim opsnal dan gabungan sampai malam ini.
Informasi yang dihimpun, perampokan dilakukan oleh tiga orang tidak dikenal terhadap mobil pengisian ATM BRI milik PT Bringin Gigantara di depan Jaya Sentrikon Fly Over Kampung Kasang Batang Anai. Kejadian berawal pada Senin sekitar pukul 23.00 WIB, ketika pengawal jasa pengisian uang ATM, Bripda Steven, dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Polisi dari Polres Pariaman, dengan tujuan menitipkan barang kepada istrinya yang berada di Kota Pariaman.
Kemudian, saat kendaraan berada di Fly Over Bandara Minangkabau, Bripda Steven kembali dihubungi pelaku yang menanyakan lokasi dan posisi Bripda Steven. Bripda Steven mengirimkan foto warung di sekitar Fly Over Bandara Minangkabau. Setelah itu, Bripda Steven diminta untuk menuju Fly Over di depan PT Jaya Sentrikon.
Kemudian, saat mobil berada di Fly Over Bandara Minangkabau, Bripda S kembali dihubungi pelaku yang menanyakan lokasi dan posisi Bripda S. Bripda S mengirimkan foto warung di sekitar Fly Over Bandara Minangkabau. Setelah itu, Bripda S diminta untuk menuju Fly Over di depan PT Jaya Sentrikon.
Sesampainya di bundaran depan PT Jaya Sentrikon, mobil yang dikawal Bripda S berhenti, dan saat itu mobil pelaku sudah berada di belakang mobil yang dikawal Bripda Steven. Bripda Sn menghampiri pelaku, dan salah satu pelaku menodongkan senjata api ke arah rusuk kanan Bripda S.
Pelaku mengklaim di dalam mobil terdapat narkoba. Dua pelaku lainnya melakukan penggeledahan serta mengambil ponsel saksi, kunci mobil, dan brankas. Uang di dalam brankas, yang terdiri dari tujuh box, diambil pelaku dan mereka melarikan diri menggunakan kendaraan Daihatsu Terios BG 1922 PD berwarna putih.
Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koto Tangah, dan Pawas berkoordinasi dengan Kapolsek Batang Anai serta Piket SPKT Polres Padangpariaman untuk pengecekan TKP.
Terkait kasus perampokan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono hanya baru membenarkan adanya peristiwa ptersebut.
“Kejadiannya itu memang ada. Tapi kami belum akan merilis dulu,” kata Suharyano diwawancarai wartawan, Selasa (27/8).
Irjen Pol Suharyono menjelaskan pihak kepolisian belum merilis secara rinci peristiwa perampokan ini lantaran kasus penyelidikan masih berproses.
“Belum kami rilis karena masih lidik, sidik, nanti khawatirnya menghambat penyelidikan. Nanti saja kalau sudah ada gambarannya akan kami sampaikan,” tambahnya.
Irjen Pol Suharyono mengakui mobil pengangkut uang untuk pengisian ATM ini biasanya dikawal oleh anggota kepolisian. Namun ia tidak membeberkan apakah saat perampokan terjadi terdapat anggota kepolisian atau tidak.
“Memang aturan dikawal (anggota polisi). Tapi semuanya dalam proses lidik,” ungkapnya.
Sementara itu AKBP Faisol Amir selaku Kapolres Padang Pariaman yang bertanggung jawab di lokasi kejadian juga belum membeberkan kronologi detail perampokan. Ia hanya menjawab kasus dalam penyelidikan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Mohon bersabar, tim sedang bekeraja. Nanti perkembangannya kami sampaikan lagi,” ungkap AKBP Faisol. (ozi)





