METRO SUMBAR

Dilantik jadi Anggota DPRD Sumbar untuk Keenam Periode, Muzli M Nur Kembali Lanjutkan Pengabdian

2
×

Dilantik jadi Anggota DPRD Sumbar untuk Keenam Periode, Muzli M Nur Kembali Lanjutkan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Muzli M Nur

PADANG, METRO-Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Muzli M Nur, hari ini (Rabu 28/8), kembali dilantik untuk me­lanjutkan pengabdiannya sebagai anggota DPRD Pro­vinsi Sumatera Barat untuk ke keenam kalinya (periode 2024-2029).

Legislator Partai A­ma­nat Nasional (PAN) ini terbukti masih dipercaya  ma­syarakat untuk menjadi wakil rakyat untuk keenam kalinya dan akan melanjutkan serta memperjuangkan kembali apa yang belum ditindaklanjuti pada periode sebelumnya.

“ Alhamdulillah saya masih dipercaya masya­rakat untuk menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar).  Ke depan saya berkomitmen lebih bekerja keras dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Khususnya mewujudkan aspirasi masyarakat, mendorong kemajuan daerah serta siap memperjuangkan pem­bangunan berkelanjutan  dalam meningkatkan kesejahteraan masya­ra­kat,” ucap Muzli M Nur.

Pada periode 2024-2029 nantinya, Muzli berkomitmen menjalankan program-program strategis untuk peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, khususnya di daerah pemilihannya. Menurutnya, tingkat kemiskinan pada dua daerah tersebut masih tergolong tinggi.

“ Kondisi masyarakat nelayan di daerah pesisir pantai Pasbar hingga ke perbatasan Sumut butuh perhatian khusus, terutama untuk modernisasi alat tangkap. Untuk periode selanjutnya, saya telah mengalokasikan bantuan untuk peningkatan hasil tangkap nelayan, seperti jaring, mesin tempel hingga fish box. Secara kebutuhan itu belum cukup, mengingat banyaknya nelayan di pesisir pantai Pasbar,” kata­nya.

Baca Juga  Suka Fajar Serius Garap Pasar Solok

Dia menyebut, dialokasikannya bantuan me­sin tempel 15 PK dengan RPM tinggi kepada nela­yan melalui anggaran Pokir tahun lalu,  juga merupakan upaya mengurangi resiko kecelakan pada cuaca buruk. dengan mesin RPM tinggi, para nelayan bisa melajukan kapal nya ke pulau terdekat saat badai besar untuk berlin­dung.

Sementara untuk sektor pertanian khususnya di Kabupaten Pasaman juga sulit, karena secara geo­grafis terletak pada dae­rah kemiringan Bukit Ba­risan, dengan kondisi tersebut butuh alternatif lain untuk diusahakan kedepan, salah satunya pe­ngembangan ikan air tawar.

“Terkait Sumber Daya Alam (SDA), pada daerah Panti hingga Rao potensi coklat dan karet harus dimaksimalkan karena komoditi tersebut cukup melimpah. Sementara itu durian, manggis dan kulit manis cocok untuk daerah Panti, Lubuk Sikaping sampai ke Bonjol,” katanya.

Sementara untuk sektor perkebunan di Kabupaten Pasaman, masih digarap secara individual dan belum ada pembukaan lahan ribuan hektar untuk komoditi sawit, untuk pe­ngembangan kedepan di­butuhkan investor untuk pengelolaan yang lebih maksimal.

Baca Juga  Lomba Gerakan PKK Tingkat Sumbar, Tim Penggerak PKK Pasaman Raih Prestasi Terbaik

Untuk diketahui perjalan karir politik Muzli di­mulai pada awal Reformasi selama dua periode men­jadi anggota DPRD Pasaman tahun 1999 – 2004 dan berlanjut pada periode 2004 – 2009. Setelah dua periode menjadi anggota DPRD Pasaman, Muzli me­ningkatkan karir politik ke DPRD Sumbar pada periode 2009 – 2014 dan berlanjut pada periode 2014 – 2019. Muzli pun kembali duduk untuk periode 2019 – 2024, dan hari ini (28/8) Muzli kembali dipercaya ma­syarakat untuk melanjutkan amanah untuk periode 2024-2029. Jadi genaplah Muzli menjadi anggota legislatif selama enam periode tanpa jeda.

Atas pencapaian bisa meraih enam periode berturut-turut, menurut Muzli caranya  cukup sederhana. “Sebagai anggota legislatif,  jangan terlalu banyak mengumbar janji jika tidak bisa ditepati. Setiap janji harus ditepati. Jangan ada konsep anak tiri anak kandung di Dapil kita, meski daerah itu tidak mendulang suara  yang signifikan,” bebernya. (hsb)