POLITIKA

Asian Games 2018 Memiliki Dampak Besar terhadap Panjat Tebing

0
×

Asian Games 2018 Memiliki Dampak Besar terhadap Panjat Tebing

Sebarkan artikel ini
PEMBIBITAN— Regenerasi olahraga panjat tebing berjalan bagus berkat capaian prestasi para atletnya.

JAKARTA, METRO–Dilombakannya cabor panjat tebing di ajang Asian Games 2018 begitu membekas bagi sosok Puji Lestari. Enam tahun lalu, Puji mendapatkan medali emas speed relay dan perak nomor perorangan. Bagi Puji, bukan hanya capaian medali yang membuatnya gembira. Tetapi juga me­nyebarnya “virus” panjat tebing di masyarakat.

Menurut Puji, ma­sya­rakat mulai melihat dan tertarik pada sport climbing. Di Asian Games 2018, Indonesia menjadi juara umum dengan meraih 3 emas, 2 perak, 1 perunggu. “Dampaknya memang sa­ngat terasa. Mulai ketersediaan SDM (sumber daya manusia, Red) yang me­ningkat hingga sarana-pra­sarana kian memadai,” ujarnya.

Dengan pasokan SDM, Puji yakin Indonesia bisa mencetak the next Veddriq pasca-Olimpiade 2024. “Karena wall panjat tebing sudah banyak tersedia di kota-kota besar maupun di daerah,” kata Puji.

Di area Jakarta dan sekitarnya, misalnya. Menurut Puji, sudah sangat ba­nyak wall untuk panjat din­ding dengan jenis dan standar yang beragam. Mulai yang hanya memiliki satu lintasan panjat dinding sampai yang berstandar internasional.

“Belum lagi di beberapa universitas yang seka­rang sudah mulai bagus-bagus wall-nya, terus ditambah wall berbayar yang sudah lumayan banyak. Untuk wall gym yang berbayar aja, ada 10,” jelas­nya.

Vice CDM SEA Games Kamboja 2023 itu berharap raihan medali emas pertama panjat tebing di Olimpiade menjadi cambukan bagi adik-adik junior untuk lebih termotivasi. “Lebih gila lagi dalam berlatih. Semua tidak ada yang tidak mungkin ketika mereka sudah berusaha maksimal,” tutur Puji.

Pelatih panjat tebing Indonesia Hendra Basir mengungkapkan, semakin banyaknya event lomba yang melibatkan pemanjat usia pemula, junior, hingga senior semakin menguntungkan buatnya. Artinya, federasi (PP FPTI) makin banyak suplai nama.

Pihaknya akan me­ngundang atlet dari kejuaraan junior untuk mengikuti seleksi nasional. “Nah, di situ kami melakukan skrining semuanya,” papar mantan pelatih DKI Jakarta di PON XIX Jawa Barat 2016 tersebut.

Hendra menjelaskan, yang menjadi penilaian dalam seleksi tidak sekadar bisa memanjat. Ada berbagai faktor. Mulai psi­kologi hingga kesehatan. “Jadi, kualitas yang ada di nasional itu akan memu­dahkan kita mencari atlet yang benar-benar bagus secara kualitas memanjat dan punya mental yang bagus,” tandasnya. (jpg)