PAYAKUMBUH/50 KOTA

Menunggu Lakok Tangan Duo Bundo Kandung di Gedung Dewan

0
×

Menunggu Lakok Tangan Duo Bundo Kandung di Gedung Dewan

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN— Duo orang bundo kanduang yang dilantik menjadi anggota DPRD Lima Puluh Kota, yakni Siska (PDI-P) dari Dapil Satu Kecamatan Payakumbuh-Harau dan Esi Asmawati (Nasdem).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Tokoh masyarakat Ka­bupaten Lima Puluh Kota, yang juga budayawan Sum­bar, DR (HC) Sa­wa­luddin Ayub, sangat yakin terhadap kemampuan atau “kakok” tangan Duo orang bundo kanduang Lima Puluh Kota, yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Lima Puluh Kota.

Duo orang wanita hebat yang dilantik dari 35 orang anggota DPRD Lima Puluh Kota itu adalah, Siska (PDI-P) dari daerah pemilihan (Dapil) Satu Kecamatan Payakumbuh-Harau, dengan perolehan suara 2.582 suara. Kemudian Esi Asmawati (Nasdem) daerah pemilihan (Dapil) Lima, Kecamatan Suliki-G.Omeh-B.Barisan dengan perolehan 1.221 suara.

“Hanya ada Duo orang perempuan atau bundo kanduang yang berhasil terpilih dan dilantik menjadi anggota DPRD Lima Puluh Kota yaitu Siska dari Batu Balang, Kecamatan Harau dan Esi Asmawati dari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Saya meyakini mereka berdua nanti akan memberikan warna dalam berbagai keputusan dan kebijakan dewan untuk Lima tahun kedepan,” sebut Sawaluddin Ayub, disela-sela pe­lantikan anggota Dewan Lima Puluh kota, Selasa (6/8).

Baca Juga  Danramil Pantau Pendistribusian Pupuk Bersubsidi 

Awe begitu sapaan ak­rab Sawaluddin Ayub, menilai meski kedua orang bundo kanduang Lima Puluh Kota itu baru pertama kali duduk di legislatif, namun berbagai pengalaman selama bergaul di tengah-tengah masya­rakat sangat menentukan kesuksesan keduanya nan­ti dalam memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di Lima Puluh kota.

“Tentu Keduanya memiliki latar belakang yang memang bersentuhan lang­sung dengan ma­sya­rakat. Siska seorang pe­ngusaha dan Esi Asmawati sehari-hari bertemu para petani karena dia pedagang yang menjual kebutuhan petani. Dengan latar belakang itu baik Siska maupun Esi, akan jauh lebih mengerti dan paham tentang apa yang dibutuhkan masyarakatnya,” jelas Awe.

Baca Juga  Dukungan Mengalir untuk Revitalisasi Pasar Payakumbuh

Selain itu ungkap Awe, Lima Puluh Kota kaya akan sumber daya alam dan punya sumber daya ma­nusia yang cukup untuk menghasilkan produk rumahan atau UMKM sebagai penumpang sumber ekonomi masyarakat Lima Puluh Kota. Namun, kemauan dari masya­rakat saja tanpa adanya supor dan dukungan dari peme­rintah daerah dan DPRD tentu tidak akan ber­kem­bang baik.

“Di sinilah nanti peran dari anggota DPRD kita terutama bondo kanduang untuk terus mendorong kemajuan UMKM Li­ma Puluh Kota, baik itu dukungan dalam bentuk bantuan modal usaha mau­pun dalam pemasaran dan promosi. Selain itu Lima Puluh Kota juga dikenal dengan pertanian, dan di Gunung Omeh, Suliki itu dikenal dengan Jeruk Siam Gunuang O­meh (Jasigo), ini tentu perlu disuport dan diperhatikan,” harap Awe. (uus)