TANMALAKA, METRO–Puluhan pelajar kedapatan bolos atau keluar saat jam pelajaran di wilayah Kota Padang, Kamis (1/7). Para pelajar diamankan karena bermain di luar jam sekolah atau sat proses belajar mengajar (PBM) masih berlangsung di sekolah.
“Sebanyak 28 pelajar terjaring razia rutin yang dilakukan personel dibeberapa titik. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi tindak tawuran atau kekerasan lainnya yang melibatkan para pelajar,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, Kamis (1/8).
Dijelaskan Chandra, para pelajar ini ditertibkan Pol PP saat tengah duduk-duduk di warung. Dan ada yang tengah asyik bermain dadu domino. Sebanyak 28 pelajar tersebut diamankan di kawasan Lubuk Begalung dan GOR H Agus Salim Padang.
“Sebagai petugas penegak perda kami juga punya kewajiban untuk melakukan pengawasan terhadap penyelengaraan pendidikan. Tentu salah satunya adalah antisipasi tawuran antar pelajar yang kerap terjadi. Hal tersebut di picu karena akibat mereka bolos dan kumpul-kumpul di warung,” ungkap Chandra.
Terkait maraknya aksi cabut dari sekolah, Chandra Padang mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, serta menjalin komunikasi dengan wali kelas dan pihak sekolah. Sehingga tidak terjadi lagi anak-anak yang keluyuran saat PBM berlangsung, yang akan menimbulkan efek negatif kepada para pelajar.
Dalam pengawasan ini adalah tanggung jawab kita bersama maka di imbau pihak orang tua juga intens melakukan proses pembelajaran anak-anaknya,” harap Chandra.
Selanjutnya untuk proses lebih lanjut mereka ini diserahkan ke pihak Pol PP Sumatera Barat. Hal tersebut dilakukan karena pengawasan untuk pelajar SMA ini adalah wewenang dari Provinsi. “Proses lebih lanjut kita serahkan ke Satpol PP Sumbar,” ungkap Chandra. (brm)






