METRO SUMBAR

Berhasil Mengendalikan Inflasi, Pemko Raih Dana Insentif Fiskal Rp5,4 Milliar

2
×

Berhasil Mengendalikan Inflasi, Pemko Raih Dana Insentif Fiskal Rp5,4 Milliar

Sebarkan artikel ini
RAKOR PENGENDALIAN INFLASI— PJ Wako Padang Panjang Sonny didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Putra Dewangga, ikuti kegiatan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi, di Kota Padang

PADANG, METRO–Dinilai berhasil me­ngen­dalikan inflasi, Pemko diapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Ke­uangan (Kemenkeu) yang mengganjar Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp5,4 miliar.

“Insyaallah akan diterima pada 5 Agustus nanti langsung dalam rakor inflasi mingguan yang dipim­pin Mendagri Tito Karnavian,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, AP, M.Si ditemui usai High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi, Rabu (31/7).

Didampingi Kepala Ba­gian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Putra Dewangga, S.S, M.Si, Sonny menyampaikan DIF ini nantinya dimanfaatkan guna mendukung upaya pengendalian inflasi di antaranya perbaikan irigasi, bantuan bibit, operasi pasar atau bazar murah, dan perbaikan sarana prasarana perdagangan.

Sebelumnya, pada High Level Meeting yang turut dihadiri Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P, Sonny menuturkan kondisi Padang Panjang yang berangsur normal setelah dibukanya akses jalan di Lembah Anai.

“Tersambungnya kem­bali jalan ini perlu dikabarkan secara luas agar kunjungan ke Padang Panjang khususnya dan Sumbar umumnya dapat kembali normal bahkan lebih me­ningkat,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, di Padang Panjang terda­pat 20,1 hektare areal sa­wah dan 11 daerah irigasi terdampak bencana banjir bandang dan lahar dingin. Menurutnya hal Ini perlu sinergi bersama provinsi, melakukan rehabilitasi.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi menjelaskan perihal strategi dan arah kebijakan pengendalian inflasi Sumbar. Di antaranya, mendukung penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dilaksanakan oleh Bulog di seluruh kabupa­ten/kota.

Kemudian, memfasilitasi distribusi dan pasokan pangan strategis yang me­micu inflasi ke daerah kabupaten/kota yang kekura­ngan pasokan (defisit) dari daerah surplus. Lalu, memanfaatkan championship cabe merah, bawang me­rah, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) serta bekerja sama dengan asosiasi pedagang.

Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Abdul Majid Ikram mengatakan, Sumbar harus memiliki manajemen ekonomi berbasis bencana karena daerah rawan bencana. Bencana alam di Sumbar seringkali berdampak pada peningkatan harga bahan pangan.

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto meng­ung­kapkan inflasi di Sumbar masih didominasi oleh ke­lompok pengeluaran ma­kanan, minuman dan tembakau. Komoditas yang perlu diwaspadai adalah komoditas yang memiliki bobot atau andil besar se­perti beras dan cabai me­rah. (rmd)