Oleh Fikri Arsil (Dosen Politeknik ATI Padang)
Tim Dosen Politeknik ATI Padang lewat Prodi Teknik Industri Agro sukses menyelenggarakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat “Pembuatan Barcode pada Kemasan Produk untuk CV. Kuliner Makmur Sejahtera (KMS) di Kota Padang”
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Maryam tersebut dilaksanakan pada Senin, 22 Juli 2024 di Jl. Sei.Sapih Kota Padang. Saat ini Tim Pengabdian (Dosen Politeknik ATI Padang) mempunyai kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi kepada masyarakat/khususnya IKM melalui pemanfaatan teknologi pangan/inovasi produk untuk pengembangan usaha di era digitalisasi.
Pada 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International. Pada 2018, rendang secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima hidangan nasional Indonesia (Kemlu.go.id).
Peluang ini menjadi dasar bagi banyak pengusaha untuk menjalankan usaha makanan khas Sumatera Barat yaitu rendang. Salah satunya adalah CV Kuliner Makmur Sejahtera (KMS) dengan nama produk Katuju. Katuju ingin mengembangkan kuliner Minangkabau lebih dari sekedar makanan tradisional yang terkenal di Indonesia tetapi juga di dunia global. Dengan harapan Katuju dapat menjadi representasi kuliner modern Minangkabau yang dapat diterima secara global.
Berdasarkan analisis situasi bahwa saat ini pengemasan CV. KMS belum menggunakan barcode untuk kemasannya sedangkan barcode dapat menunjang pekerjaan produksi agar lebih efektif dan efesien dalam hal pendistribusian produk ke pasar yang lebih luas. Barcode pada kemasan berisikan informasi mengenai produk seperti kategori, varian, batch produksi, tanggal produksi, serta tanggal kedaluwarsa.
“Kegiatan “Pembuatan Barcode pada Kemasan Produk untuk CV. Kuliner Makmur Sejahtera (KMS) di Kota Padang tentunya membuat proses input data lebih cepat dan tepat, penelusuran informasi data lebih akurat, mengurangi biaya, peningkatan kinerja manajemen, memiliki nilai tawar lebih tinggi/prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan/kompetitor akan lebih terjaga sehingga proses kerja yang dilakukan menjadi lebih efisien, ujar Maryam”.
Kegiatan Pengabdian ini mendapat respon yang sangat positif dari Perwakilan Pimpinan CV. Kuliner Makmur Sejahtera (CV.KMS). Dalam Paparannya [Andre-Manager Produksi] Rendang Katuju CV.KMS mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat tepat, dan betul betul dibutuhkan oleh IKM untuk eksistensi dan naik kelasnya ikm dalam peningkatan produktifitas dan pemasaran secara efektif dan efisien “Dalam rangka supporting terhadap inovasi kemasan produk sebagai produk olahan pangan khas daerah, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan bisa memberikan informasi dan bermanfaat bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di kota ini, ujar Andre.”
Tim PKM yang beranggotakan Instruktur Rizki Alfi, MT, Dr. Maryam, MP, Maria Isfus Senjawati, MT, Gustiarini Rika Putri, MP, Fikri Arsil, MP, Verra Syahmer, MT, Khairun Nadiyah, ST, M.Eng (Mgt) dan, ini memberikan materi pelatihan berupa demonstrasi dan sosialisasi pembuatan barcode bagi produk dan demonstrasi pengoperasian mesin cetak barcode.

Penyerahan mesin cetak barcode dan alat scan barcode
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam proses tracking produk, memastikan keaslian barang, serta memberikan informasi yang transparan kepada konsumen mengenai produk yang mereka beli”, ujar Maryam Ketua Tim Pengabdian
Menurut [Andre] –selaku Manager Produksi IKM Rendang Katuju], “Sistem Barcode dapat membantu mengurangi kasus produk pangan palsu dan memastikan konsumen mendapatkan informasi yang akurat terkait komposisi, tanggal kadaluwarsa, dan asal produk. Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan efisiensi dalam proses distribusi dan penjualan, ujar Andre”
Salah satu peserta kegiatan, [Nadiva Aidia Rizkiana selaku -Regulatory Staff IKM Rendang Katuju], menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Kami merasa terbantu dengan adanya sistem barcode ini. Selain memudahkan kami dalam pengelolaan stok, konsumen juga lebih percaya pada produk kami karena informasi yang tersedia lebih jelas,” ujar Nadiva.
Para pelaku usaha mendapatkan pelatihan mengenai pentingnya sistem barcode dalam pengelolaan produk dan bagaimana mengimplementasikannya pada kemasan produk mereka
Diharapkan dengan adanya implementasi sistem barcode ini, produk pangan lokal dapat lebih bersaing di pasar dan memberikan jangkauan market yang lebih luas bagi produsen*






