AGAM, METRO–Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, Kabupaten Agam membeberkan fakta baru terkait dua orang oknum gurunya yang melakukan tindak pidana kepada puluhan santri.
Humas MTI Canduang, Khairul Anwar mengatakan pihaknya juga sudah melakukan interogasi secara internal kepada para pelaku.
Dari hasil interogasi internal tersebut, pihak pesantren menemukan fakta bahwa benar sebanyak 40 santri laki-laki telah menjadi korban, yang awalnya hanya 5 orang.
“Setelah dilakukan koordinasi bersama pihak Polresta Bukittinggi, dari puluhan orang korban, hanya tiga orang yang dilakukan tindakan sodomi oleh pelaku, sementara itu selebihnya tindakan pencabulan meraba-raba alat vital,” katanya kepada wartawan, Minggu (28/7).
Untuk mengantisipasi agar tidak terulang, Khairul mengatakan pihak pesantren juga sudah melakukan berbagai upaya semaksimal mungkin.
“Kita juga masih berjibaku siang dan malam untuk mengatasi hal ini, dengan membuka ruang publik, mengundang orang tua santri, mengundang tokoh-tokoh lainnya dan membuka posko pengaduan seluas-luasnya jika masih ada korban lainnya,” ujarnya.
“Kebanyakan korban saat ini sedang berada di rumah masing-masing untuk menenangkan diri dan dijemput oleh orang tua masing-masing. Korban juga dalam pemantauan pihak sekolah dan tim psikologi,” pungkasnya. (pry)






