BERITA UTAMA

2 Pekerja Tewas Tertimbun di Tambang Tanah Galian, Tiba-tiba Runtuh saat Pengerukan Tebing, Tugasnya Pengawas dan Operator Ekskavator

1
×

2 Pekerja Tewas Tertimbun di Tambang Tanah Galian, Tiba-tiba Runtuh saat Pengerukan Tebing, Tugasnya Pengawas dan Operator Ekskavator

Sebarkan artikel ini
TEWAS TERTIMBUN— Lokasi galian tanah yang menewaskan dua pekerja akibat tertimbun longsor

PARIAMAN, METRO–Tragis. Dua warga yang sedang bekerja tewas tertimbun tanah longsor di area galian tanah di Korong Kalam­payan, Nagari Guguak Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpa­riaman, Minggu (28/7) sekitar pukul 13.30 WIB.

Insiden itu sempat membuat heboh para pekerja maupun warga setempat hingga langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada dua korban bernama Peri Suriadi (40) dan Miral (56). Sayangnya, setelah dilakukan pencarian, kedua korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Setelah itu, jasad kedua korban langsung dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dibersihkan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. Sementara, Polisi yang datang ke lokasi, melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi.

Kasat Reskrim Iptu Rinto Alwi membenarkan ada­nya kejadian itu. Menurutnya, kejadian itu berawal ketika korban Peri Suriadi mengawasi operasional ke­giatan pengerukan tanah tebing di lokasi mengguna­kan alat berat ekskavator.

Baca Juga  Indonesia U23 VS Malaysia U23, Cukup Satu Poin

“Korban Peri Suriadi merupakan pengawas. Sedangkan korban Miral me­ngoperasikan alat berat ekskavator untuk menge­ruk tanah tebing. Selain itu, di lokasi juga ada saksi lainnya bernama Zal Aceh,”  kata Iptu Rinto Alwi kepada wartawan.

Iptu Rinto Alwi, saat sedang bekerja itulah, tiba-tiba tebing yang berada di lokasi longsor dan langsung menimpa kedua korban. Akibatnya, kedua korban tertimbun tanah longsoran tebing. Warga sekitar bersama pekerja di sana langsung membantu melakukan pencarian terhadap kedua korban.

“Pencarian dilakukan menggunakan alat berat ekskavator lainnya. Korban pertama yang ditemukan adalah Peri Suriadi pada pukul 14.10 WIB. Sedangkan korban Miral ditemukan pada pukul 15.40 WIB. Keduanya ditemukan da­lam kondisi sudah meninggal dunia,” tegas Iptu Rinto Alwi.

Baca Juga  Jalan Lembah Anai Dibuka untuk Umum Mulai 21 Juli, 5 Titik Diberlakukan Sistem Buka Tutup

Iptu Rinto Alwi menuturkan, usai ditemukan, jenazah kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dima­kamkan.

“Insiden itu tidak hanya merenggut dua nyawa pekerja, melainkan juga menimbulkan kerugian ma­teril Rp 150 juta. Karena satu unit alat berat juga mengalami kerusakan akibat tertimpa tanah longsor,” tutupnya.

Iptu Rinto Alwi mengatakan, lokasi tambang yang menewaskan dua pekerja itu dikelola oleh CV Bintang Bersama Nusantara di Korong Kalampayan, Nagari Koto tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau.

“Hasil pemeriksaan, lokasi tambang itu resmi dan memiliki izin. Setelah kedua korban ditemukan, kami langsung memasang police line di lokasi untuk melakukan olah TKP. Untuk ekskavator sudah kami segel sebagai barang bukti untuk kepentingan pnyelidikan,” pungkasnya. (ozi)