METRO PADANG

2 Ekor Piton dan Sarang Tabuan Tanah Resahkan Warga Pisang

1
×

2 Ekor Piton dan Sarang Tabuan Tanah Resahkan Warga Pisang

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN PITON— Lurah Pisang Deswarman bersama warga melakukan pembersihan semak-semak, sekaligus mencari ular piton yang diduga telah lama bersarang dan bersembunyi di lokasi tersebut, Minggu (28/7).

PISANG, METRO–Nampaknya momen Pa­dang Bergoro di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Ming­gu (28/7) terasa horor. Dua ekor ular piton diperkirakan sebesar paha orang dewasa yang meresahkan warga jadi sasaran.

Tak hanya itu, sarang ta­buan tanah sebasar karung pun menghantui warga yang ber­do­misili di sekitar lokasi.

Lurah Pisang Deswarman, yang mengetahui kejadian itu langsung memimpin pencarian binatang melata itu. Padang Bagoro hari itu terpaksa diarah­kan untuk membabat hilang lalang setinggi dua meter.

Ada sekitar 50 orang warga turun termasuk armada off-road Syahrial aliaa Ujang Be­leang yang membantu mem­bongkar pohon besar dengan tali sling. Namun hingga berita ini diturunkan ular belum dite­mu­kan.

“Diperkirakan ular bersem­bunyi di lubang sungai kecil yang mengaliri ke sawah war­ga. Untuk sarang tabuan tanah, kami masih me­nunggu tim dari Dinas Pe­ma­dam Kebakaran Kota Pa­dang,” ungkap Des­war­man kepada POSMETRO di lokasi, Minggu (28/7).

Dikatakan Deswarman, antusias warga sangat hebat sekali. Mereka bahu membahu turunkan ke lo­kasi, termasuk kaum ibu dan HJ Yanti yang me­nyediakan makanan.

Syahrial alias Ujang Beleang, salah seorang tokoh masyarakat didam­pingi Ketua RT 01, Meri ke­pada POSMETRO menga­ku, bahwa keberadaan ular piton itu sudah sejak lama.

“Kami warga jalan Djamaluddin Wak Ketok dan Sumua Gadang, tiap ma­lam dihantui rasa takut. Terkadang pada malam malam tertentu, binatang melata itu muncul. Bahkan beberapa ekor ternak warga seperti ayam sering hilang begitu saja. Kami ya­kin, ternak di mangsa ular piton,” kata Syarial.

Diakui Syahrial, bahwa beberapa tahun lalu dirinya pernah memanggil pa­wang ular. Namun saat berada di lokasi, ular itu tak juga ditemukan.

“Kami yakin, ular itu masuk ke lubang sungai yang diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter. Sangat sulit bagi kami menjangkaunya,” tutur Syahrial.

Tapi upaya warga yang dikomandoi langsung Lurah Pisang Deswarman sudah dilakukan. Namun hingga kemarin ular belum ditemukan.

Menurut dia, pihak kelurahan bersama warga berharap bantuan dari Dinas Kebakaran untuk mem­­­bantu menangkap ular tersebut. Pasalnya di lo­kasi juga ada sarang ta­buan tanah sebesar ka­rung beras yang juga berbahaya.

“Kami berharap Dinas Pemadam Kebakaran untuk dapat ke lokasi. Dua hari lalu, kami sudah meng­hubungi Damkar dan me­reka datang, namun sesampai di lokasi, tidak bisa dilakukan pencarian karena penuh semak dan ada sarang tabuan tanah. Sarang tabuan tanah ada di pohon kelapa di bawahnya persis sungai kecil tempat lokasi ular bersembunyi. Untuk itu kami berharap kedatangan tim ke lokasi,” pintanya. (ped)